Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Referensi dalam Menemukan Ide Cerita untuk Menulis Novel

Referensi dalam Menemukan Ide Cerita untuk Menulis Novel

Referensi dalam Menemukan Ide Cerita untuk Menulis Novel

Sebelumnya sudah kami bahas mengenai langkah awal untuk menjadi penulis novel, di mana poin keempat adalah tentang mampu untuk menentukan ide cerita dan tema. Proses dalam menentukan ide cerita pada sebuah novel itu bisa dibilang susah-susah gampang.

Kamu perlu menentukan ide cerita keseluruhan novelmu atau biasa disebut dengan tema. Selain tema kamu juga memerlukan ide untuk jalan cerita di novelmu. Sebab novel memiliki cerita yang lebih kompleks daripada cerpen, maka di setiap bab tentu memerlukan ide cerita yang perlu dikembangkan.

Referensi dalam Menemukan Ide Cerita untuk Menulis Novel

Baik penulis pemula atau pun yang sudah mahir terkadang sulit untuk menentukan ide cerita novel yang akan ditulisnya. Cara mendapatkan ide cerita untuk menulis novel itu beraneka ragam. Pada artikel kali ini kita akan bersama-sama membahas apa saja referensi dalam menemukan ide cerita untuk menulis novel.

Apa itu ide cerita novel?

Sebelum membahas referensi dalam menemukan ide cerita untuk menulis novel, kamu perlu tahu apa itu ide dan cerita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide adalah rancangan yang tersusun di dalam pikiran. Sedangkan cerita adalah tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya). Melalui cerita  kamu akan mengetahui bagaimana, di mana, siapa, dan kapan suatu peristiwa itu terjadi.

Apa saja referensi dalam menemukan ide cerita novel?

Dalam proses menulis novel, kita tidak bisa memisahkan antara ide dan cerita. Tanpa adanya ide, cerita yang ada pada novelmu tidak akan terbentuk. Melalui ide kamu dapat menjabarkan suatu peristiwa melalui proses bercerita, dari bagaimana peristiwa itu terjadi dan akhir dari peristiwa tersebut. Lalu apa saja referensi dalam menemukan ide cerita untuk menulis novel, berikut penjelasannya.

1. Membaca buku atau novel

Kegiatan menulis dan membaca adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bagi seorang penulis, membaca adalah salah satu sumber bahan bakar untuk menghasilkan karya. Mengapa demikian? Karena dengan membaca akan memperkaya khazanah ilmu pengetahuanmu, dan akan membantumu dalam menemukan referensi untuk  menciptakan ide cerita novelmu.

Perbendaharaan kata yang kamu miliki pun juga akan bertambah dengan kamu banyak membaca buku. Semakin banyak perbendaharaan kata semakin enak juga novel hasil tulisanmu untuk dibaca. Walaupun proses membaca yang kamu lakukan akan membantumu menemukan ide cerita, tapi jangan sampai kamu memplagiat tulisan yang kamu baca, ya. Ide yang kamu temukan dari proses membaca itu kembangkan menjadi tulisan unik yang berbeda dengan buku bacaanmu.

2. Melalui ilmu yang sudah kamu terapkan

Salah satu contoh novel dengan ide cerita dari ilmu yang telah diterapkan adalah Ranah 3 Warna. Ranah 3 Warna ditulis oleh Ahmad Fuadi berdasarkan pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama mondok di pesantren Gontor. Dia berhasil mewujudkan cita-citanya belajar ke luar negeri berkat ilmu yang sudah dipelajarinya selama menjadi santri di pondok Gontor. Hasil dari menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperolehnya tersebut, dikembangkan menjadi sebuah novel.

Menulis novel berdasarkan ilmu yang sudah kamu terapkan akan sangat membantumu dalam proses kepenulisannya. Proses menulis menjadi lebih lancar sebab kamu sudah tahu seluk beluk dari ilmu yang sudah kamu terapkan tersebut. Jadi jangan ragu jika ingin menggunakan ilmu yang sudah kamu terapkan untuk menjadi ide kreatif untuk menulis novelmu.

3. Berbagi kisah atau mengobrol bersama orang lain

Berbagi kisah atau mengobrol dengan orang lain akan memberikan kita cara pandang baru tentang suatu hal. Begitupun sebaliknya, dengan orang yang kita ajak bicara. Bertukar pengalaman, saling diskusi akan memantik ide-ide segar keluar dari kepala kita.

Kamu juga bisa membahas ide yang ada di kepalamu dengan rekan bicaramu tersebut. Mintalah pendapatnya, sehingga kamu bisa mendapat masukan. Apakah ide cerita yang kamu buat sudah bagus atau belum. Berbagi kisah bisa kamu lakukan secara langsung ataupun tidak langsung.

Namun jika kamu tidak punya teman berbagi kisah yang memiliki ketertarikan seperti denganmu yaitu di dunia kepenulisan. Maka komunitas penulis online bisa menjadi solusi untuk kamu pilih. Jika perlu kamu juga bisa mengambil kelas menulis. Mentor dan peserta lain bisa kamu jadikan teman bertukar ide cerita serta meminta saran dan penilaian apakah ide yang kamu buat sudah bagus atau belum.

4. Ide cerita novel dari hasil journaling keseharian

Menulis jurnal selain bisa meningkatkan kemampuanmu dalam menulis, juga bisa kamu jadikan sebagai sumber gudang ide. Setiap peristiwa yang sudah kamu tulis dalam buku jurnalmu pasti ada satu atau dua kejadian menarik. Di sinilah kreatifitasmu harus kamu uji dan asah dari peristiwa yang menarik tersebut untuk memperoleh ide cerita.

Misalnya peristiwa menarik tersebut tentang ketidakberanianmu mengungkapkan isi hati kepada anggota keluarga, atau teman. Kamu bisa mengembangkan kondisi tersebut menjadi sebuah ide cerita. Lalu kamu bisa menyisipkan pada cerita yang akan kamu buat itu tentang “hal apa yang sebenarnya ingin kamu ungkapkan” yang sebelumnya kamu tidak berani mengatakannya secara langsung. Tambahkanlah sentuhan fiksi pada jurnal yang kamu buat, dan tulislah dalam bentuk teks naratif.

5. Ide cerita novel dari permasalahan yang ada di masyarakat

Tidak perlu jauh-jauh untuk mencari referensi ide cerita novel. Kamu hanya perlu lebih peka dengan lingkungan sekitarmu. Banyak sekali permasalahan yang ada di masyarakat yang bisa kamu olah untuk dijadikan ide dalam menulis novel. Bukankah banyak novel memang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat dengan berbagai persoalannya.

Kamu hanya perlu menjadi lebih kreatif, dan peka dengan permasalahan di  lingkungan sekitarmu.  Apabila kamu peka akan menghidupkan daya pikir dan muncul keresahan tentang bagaimana solusi dari permasalahan tersebut. Walaupun hanya sebuah cerita fiktif dalam novelmu yang bisa kamu tulis, tapi akan tetap bisa memberi manfaat untuk orang lain.

Jadikan permasalahan di masyarakat itu sebagai penarik hati pembaca. Pembaca akan lebih berempati dengan karakter yang kamu ciptakan dari ide yang kamu dapat berdasarkan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Permasalahan di masyarakat tersebut dapat kamu jumpai secara langsung ataupun melalui televisi, internet, dan radio.

Tips dalam memilih ide cerita novel

Dalam proses pencarian ide mungkin saja kamu telah menemukan lebih dari satu ide. Untuk memilihnya pertimbangkanlah mana ide yang paling bagus. Maka nilailah ide yang kamu temukan dengan beberapa pertanyaan.

Contohnya, apakah layak jika dituliskan menjadi sebuah novel? Apakah layak jika ide tersebut ditulis menjadi novel untuk dibaca pembaca dan dirimu sendiri? Apakah layak ide tersebut kamu tulis menjadi novel yang tentunya akan banyak menguras waktumu? Jadi apakah sudah terpikirkan ide cerita untuk menulis novelmu?

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko