Menentukan fokus permasalahan sering kali sangat membingungkan dan menyita banyak waktu, terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali menyusun karya ilmiah atau skripsi. Banyak yang merasa ragu apakah topik yang dipilih sudah tepat, tidak terlalu luas, atau justru sulit untuk diteliti.
Agar proses penyusunan penelitian berjalan lancar dan terarah, kita perlu memahami berbagai cara atau strategis dalam menentukan objek penelitian yang ingin diangkat. Mulai dari membuat topik menjadi lebih spesifik, memastikan ketersediaan data, hingga menyesuaikannya dengan tenggat waktu yang dimiliki.
Cara Menentukan Objek Penelitian yang Tepat untuk KTI atau Skripsi
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari beberapa cara yang bisa diterapkan ketika akan menentukan objek penelitian. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, teman-teman mahasiswa memiliki panduan jelas dan tidak lagi pusing dalam menetapkan fokus penelitian.
Apa itu Objek Penelitian?
Menurut Sugiyono, objek penelitian merupakan suatu karakter atau sifat serta nilai dari individu, objek, maupun aktivitas dari suatu variasi tertentu yang peneliti tentukan untuk ditelaah dan ditarik kesimpulannya.
Sementara itu, Supriati berpendapat bahwa objek penelitian adalah variabel yang akan peneliti riset di tempat penelitian. Maka dari itu, peneliti harus dapat menentukan satu variabel dan kemudian melakukan penelitian terkait objek yang telah ditetapkan sebelumnya.
Apa Saja Jenis-Jenis Objek Penelitian?
Berikut adalah tabel yang berisi penjelasan tentang dua jenis objek penelitian beserta contoh penggunaannya.
Jenis | Definisi | Contoh Penggunaan |
| Objek Penelitian Primer | Data atau informasi utama yang peneliti dapatkan secara langsung dari sumber pertama di lapangan. |
|
| Objek Penelitian Sekunder | Data pendukung yang peneliti peroleh secara tidak langsung dari pihak atau media lain sebagai referensi pendukung. |
|
Apa Saja Prinsip Objek Penelitian?
Berikut adalah 3 prinsip utama objek penelitian yang harus peneliti pahami sebelum terjun ke lapangan.
1. Identitas digital
Prinsip objek penelitian ini fokus pada pembuatan profil atau identitas resmi secara online bagi karya maupun peneliti pada platform akademik. Penggunaan identitas unik seperti DOI (Digital Object Identifier) untuk publikasi dan ORCID ID untuk profil peneliti bertujuan agar data penelitian dapat mudah dipantau serta diolah.
Lewat sistem ini, jejak pelaksanaan penelitian dapat dilacak dengan detail dan jelas. Selain itu, kita juga bisa melihat siapa yang melakukan penelitian dan sejauh mana progres yang telah dihasilkan.
2. Agregasi data
Agregasi data adalah proses pengumpulan dan penggabungan berbagai data dari cakupan studi yang lebih luas. Di samping membantu peneliti mengumpulkan seluruh informasi yang dibutuhkan, proses ini juga bertujuan untuk melihat dan menyaring kredibilitas data yang masuk. Dengan begitu, data penelitian sudah valid sejak awal dan peneliti dapat menjaga kualitas serta keakuratan hasil akhir penelitiannya.
3. Anotasi
Prinsip anotasi memiliki fungsi untuk menambahkan metadata atau keterangan relevan yang mendukung segala informasi yang berkaitan erat dengan penelitian. Melampirkan berbagai catatan rinci ini berguna untuk memperkuat integritas data dan alur metodologi yang peneliti pakai. Tidak hanya memastikan proses penelitian berjalan lancar, pada akhirnya anotasi juga membantu peneliti menghasilkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagaimana Cara Menentukan Objek Penelitian?

Berikut adalah 5 cara atau tips yang dapat peneliti terapkan ketika akan menentukan objek penelitian.
1. Spesifik
Cara pertama adalah membuat topik penelitian menjadi lebih spesifik dan tidak terlalu luas. Ketika topik difokuskan pada satu masalah tertentu, objek penelitian akan terlihat semakin jelas sehingga kita tidak akan bingung menentukan arah penelitian.
Sebagai contoh, daripada meneliti tentang “pendidikan masyarakat” yang sudah terlalu umum yang cakupannya sangat luas, kita bisa mempersempit fokus penelitian pada “masyarakat yang putus sekolah di desa x”. Dengan demikian, kita tidak perlu repot menyebarkan kuesioner atau mengumpulkan data dari seluruh wilayah.
2. Terukur
Strategi kedua yaitu sangat penting mempunyai data yang dapat diukur secara pasti untuk memudahkan kita mencapai tujuan penelitian. Data yang terukur ini sering kali berupa angka, seperti nilai ujian, jumlah pendapatan, atau data laporan statistik.
Dengan data ini, kita dapat mengolah dan menghitungnya dengan lebih mudah. Hasil penelitian pun akan menjadi lebih akurat dan kebenarannya dapat dibuktikan.
3. Dapat dicapai
Langkah selanjutnya yaitu memastikan bahwa tujuan penelitian kita sudah jelas, masuk akal dan dapat dicapai. Dengan begitu, kita akan lebih percaya diri dan mudah dalam menentukan objek penelitian. Di samping itu, kita mampu mengetahui langkah atau usaha apa saja yang perlu dilakukan dari awal sampai akhir agar penelitian berjalan dengan sukses.
4. Realistis
Penelitian harus bersifat realistis atau sesuai dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Artinya, ketika menentukan objek dan tujuan penelitian, kita perlu mempertimbangkan kondisi nyata, mulai dari kemampuan diri, ketersediaan sumber daya, dan kendala yang mungkin terjadi. Jangan sampai kita menentukan target penelitian yang terlalu berlebihan atau sulit untuk dilaksanakan.
5. Jangka waktu
Menetapkan target atau jangka waktu proses pengerjaan. Kita harus menentukan hal ini sejak awal, mulai dari menyusun proposal hingga menulis laporan penelitian. Dengan batas waktu yang telah kita tentukan, proses penelitian menjadi terarah, tidak berlarut-larut, dan dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang optimal.
FAQ Seputar Cara Menentukan Objek Penelitian
Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban terkait cara menentukan objek penelitian yang sering diajukan oleh mahasiswa.
Q1: Apa perbedaan objek penelitian dan subjek penelitian?
Objek penelitian merupakan masalah, topik, atau fenomena yang menjadi fokus penelitian, misalnya, praktik bullying. Sementara itu, subjek penelitian adalah individu atau kelompok yang menjadi sumber informasi atau pelaku dari masalah yang akan diteliti, contohnya, siswa SMP x.
Q2: Mengapa objek penelitian harus spesifik dan tidak boleh terlalu luas?
Objek penelitian yang spesifik dapat membantu peneliti menjaga arah penelitian agar tidak fokus dan tidak melebar kemana-mana. Dengan adanya batasan ini, peneliti bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga saat proses pengumpulan data di lapangan.
Q3: Apakah objek penelitian dapat diubah di tengah jalan?
Bisa, tapi sangat tidak disarankan, sebab akan mengubah keseluruhan alur metodologi, tinjauan pustaka, serta instrumen penelitian. Apabila terpaksa diganti (karena akses data tertutup total), maka kita perlu melakukan konsultasi dan persetujuan dari dosen pembimbing terlebih dahulu. Intinya, kita tidak boleh memutuskan hal ini sendiri.
Nah, itulah penjelasan mengenai cara menentukan objek penelitian yang perlu mahasiswa ketahui dan pahami. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman yang akan melakukan penelitian untuk karya tulis ilmiah (KTI) atau skripsi bisa menentukan sasaran penelitian yang tepat dengan lebih mudah dan percaya diri.
