Deskripsi
Hal yang paling melelahkan dalam hidup adalah ketika hati, perasaan serta realita hidup berkecamuk, bercampur menjadi satu. Meninggalkan puing-puing dari harapan yang terus tergerus oleh kenyataan, penantian, pulih bahkan perayaan. Mengapa kau masih di sana? Menantinya untuk kembali ke pelukanmu yang rapuh itu? Pulanglah, ada rumah yang menunggumu pulang, ada hati yang terus menanti untuk dilukai. Rayakanlah patahmu. Sembuhlah walau kau tak pulih.






Ulasan
Belum ada ulasan.