Di antara kita banyak yang tidak menyadari bahwa kehidupan sehari-hari sebenarnya dikendalikan oleh aturan tidak tertulis. Misalnya, saat antri di membeli makanan, menghormati orang yang lebih tua, atau kerja bakti membersihkan lingkungan tempat tinggal. Dalam sosiologi, hal ini dikenal dengan istilah sistem sosial.
Supaya kehidupan berjalan teratur dan tidak ada penyimpangan, sistem sosial hadir di tengah-tengah masyarakat. Bentuk sistem sosial sangat bervariasi, seperti nilai dan norma yang kita jumpai setiap hari di rumah hingga struktur atau pedoman yang mengatur tata kelola sebuah negara.
Apa itu Sistem Sosial: Pengertian, Jenis, Unsur, Fungsi, dan Contohnya
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari apa itu sistem sosial, mulai dari pengertian, jenis, unsur, fungsi, sampai contohnya. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, kita bisa memahami tujuan adanya sistem sosial, belajar bekerja sama, atau bahkan menyelesaikan konflik. Untuk itu, mari kita simak paparan lengkapnya di bawah ini:
Apa Pengertian Sistem Sosial?
Sistem sosial adalah susunan atau struktur dari berbagai unsur sosial yang saling berkaitan, berinteraksi, dan memengaruhi satu sama lain. Di dalam sistem ini, individu atau kelompok bertindak dan berperilaku berdasarkan norma, nilai, dan peran sosial yang telah disepakati untuk mencapai tujuan bersama.
Apa Saja Jenis-Jenis Sistem Sosial Menurut Emile Durkheim?
Berikut adalah 2 jenis sistem sosial menurut Emile Durkheim, yaitu:
1. Sistem mekanis
Sistem sosial mekanis pada umumnya ada di zaman dulu, di mana masyarakat belum mengenal pabrik atau teknologi modern. Di masa itu, semua orang hidup dengan cara yang sangat mirip dan memiliki pemikiran yang hampir seragam.
Karena ikatan yang terjalin sangat kuat, anggota masyarakat selalu kompak dan setuju pada aturan atau norma tanpa banyak protes. Kebersamaan dalam masyarakat ini begitu kental, sehingga keputusan kelompok selalu menjadi yang utama dibandingkan keinginan dan kebutuhan individu.
2. Sistem organis
Sistem sosial organis merupakan gambaran kehidupan masyarakat modern di zaman industri seperti saat ini. Setiap orang memiliki status, peran, dan pekerjaan yang berbeda-beda, misalnya ada yang menjadi guru, pekerja pabrik, penulis buku, hingga pengusaha.
Kehidupan yang kompleks ini, membuat setiap orang mempunyai kesibukan dan keahlian yang tidak sama. Oleh karena itu, masyarakat jadi saling bergantung dan membutuhkan satu sama lain untuk bertahan hidup. Hal ini sangat mirip dengan organ-organ di dalam tubuh manusia yang memiliki tugas masing-masing namun tetap saling mendukung.
Apa Saja Unsur-Unsur yang Ada di Sistem Sosial?
Setelah memahami pengertian dan jenis-jenis sistem sosial, saatnya kita beralih kepada unsur-unsur yang membangunnya.
1. Keyakinan
Unsur keyakinan dalam sistem sosial berkaitan dengan hal-hal yang masyarakat percaya
ini bicara tentang apa yang dipercayai oleh masyarakat mengenai benar atau salahnya cara hidup mereka. Keyakinan inilah yang menjadi fondasi kuat bagi masyarakat untuk menilai apakah sistem sosial yang mereka jalani sudah berjalan di jalur yang tepat atau belum.
2. Perasaan
Unsur perasaan dalam sistem sosial adalah respons emosional setiap anggota masyarakat terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Lewat perasaan, kita dapat membaca serta memahami dengan jelas mengapa masyarakat cenderung memiliki perilaku atau tindakan tertentu.
3. Terdapat cita-cita atau tujuan
Tujuan atau cita-cita adalah segala hal yang ingin masyarakat capai bersama. Masyarakat membutuhkan arah yang jelas sebagai kompas untuk bergerak, karena tanpa adanya hal ini, sistem sosial akan kehilangan fungsinya dan mudah mengalami perpecahan.
4. Norma
Norma adalah kumpulan aturan, tata tertib, dan kesepakatan bersama yang menjadi panduan dalam bertingkah laku sehari-hari. Aturan ini sengaja masyarakat buat dan sepakati agar kehidupan sosial bisa berjalan dengan teratur, aman, dan tanpa hambatan.
5. Status dan peran
Status adalah jabatan atau kedudukan sosial yang melekat pada diri individu. Sementara itu, peran adalah tindakan nyata atau kontribusi yang individu berikan kepada masyarakat sesuai dengan posisi yang diembannya.
6. Sanksi
Sanksi dalam sistem sosial merupakan bentuk hukuman yang akan diberikan kepada siapa saja yang terbukti melanggar nilai, norma, serta aturan yang berlaku. Tujuannya diberlakukannya sanksi adalah sebagai penegak kedisiplinan dan menjaga kepatuhan setiap anggota masyarakat.
Apa Saja Fungsi Sistem Sosial?

Menurut Talcott Parsons lewat teori struktural fungsionalnya, sistem sosial memiliki 4 fungsi yang dikenal dengan istilah AGIL. Keempat fungsi ini harus saling mendukung satu sama lain. Jika salah satu fungsi tidak berjalan dengan baik, maka keseimbangan dalam sistem sosial masyarakat dapat terganggu.
Agar lebih mudah kita pahami, penjelasan mengenai hal ini sengaja disajikan dalam bentuk tabel.
No | Fungsi Sistem Sosial | Pengertian | Fokus Utama | Contoh dalam Masyarakat |
| 1 | Adaptasi (Adaptation) | Kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan di sekitarnya serta pintar mengelola sumber daya. | Mampu beradaptasi dengan baik dalam menghadapi situasi atau aturan baru yang mendesak. | Masyarakat beralih menggunakan teknologi digital dan sistem belanja online saat terjadi pembatasan aktivitas fisik karena Covid-19. |
| 2 | Pencapaian Tujuan (Goal Attainment) | Untuk mengatur tujuan atau target bersama, menyusun skala prioritas, dan menggerakkan anggota masyarakat. | Menggerakkan semua elemen masyarakat agar melakukan aksi nyata demi mewujudkan visi bersama. | Pemerintah menetapkan target swasembada pangan, kemudian mengerahkan sektor pertanian dan teknologi untuk mewujudkannya. |
| 3 | Integrasi (Integration) | Fungsi untuk menjaga kekompakan, keserasian, dan keharmonisan di antara berbagai bagian atau kelompok dalam masyarakat. | Mengelola hubungan antaranggota masyarakat agar teratur dan mencegah terjadinya konflik. | Adanya lembaga hukum atau musyawarah secara kekeluargaan untuk menyelesaikan perselisihan. |
| 4 | Pemeliharaan Pola (Latency Maintenance) | Fungsi untuk merawat, mempertahankan, dan mengajarkan aturan, nilai, norma, serta budaya lama kepada generasi berikutnya. | Memastikan masyarakat tidak kehilangan jati diri dan tetap memiliki pedoman hidup melalui pendidikan atau tradisi. | Orang tua mengajarkan tata krama dan nilai kesopanan kepada anak-anaknya sejak dini. |
Apa Contoh Sistem Sosial yang Ada di Sekitar Kita?
Berikut adalah contoh sistem sosial yang terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Di lingkunagn keluarga
Keluarga adalah kelompok sosial paling kecil dan terbentuk karena adanya rasa saling ketergantungan antara ayah, ibu, dan anak. Agar rumah tangga tetap harmonis dan teratur, setiap anggota harus mengikuti kebiasaan atau aturan yang telah disepakati bersama.
Contohnya, seorang anak yang selalu meminta izin orang tua sebelum pergi ke kemana pun. Jika aturan sederhana ini dilanggar, kenyamanan di dalam rumah dapat terganggu karena hilangnya rasa hormat dan keterbukaan antaranggota keluarga.
2. Di sekolah
Di lingkungan sekolah, sistem sosial terbentuk melalui interaksi antara kepala sekolah, guru, karyawan, murid, hingga orang tua. Supaya kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan tertib setiap hari, sekolah membuat aturan jelas.
Contohnya, jam masuk yang disiplin dan kewajiban memakai seragam lengkap. Aturan ini mengikat semua warga sekolah dan bagi siapa pun yang melanggar, harus siap menerima sanksi atau teguran yang berlaku.
3. Di masyarakat
Sistem sosial di tingkat masyarakat memiliki cakupan yang lebih luas dan rumit karena melibatkan banyak kepala dengan latar belakang yang berbeda. Misalnya, di sebuah desa, seorang lurah bertindak sebagai pemimpin yang menyusun berbagai kebijakan bersama demi menjaga keamanan warga.
Contoh aturannya seperti adanya jam malam dan jadwal ronda bergiliran. Ketika seluruh warga kompak menaati aturan tersebut, maka ketenteraman dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal dapat terwujud dengan mudah.
FAQ seputar Sistem Sosial
Berikut adalah pertanyaan sekaligus jawaban yang sering diajukan terkait dengan sistem sosial.
Apa saja ciri-ciri sistem sosial?
- Saling ketergantungan antaranggota masyarakat
- Memiliki tujuan bersama
- Terdapat struktur yang jelas
- Ada norma yang mengikat
- Bersifat dinamis.
Apa saja faktor yang dapat mengubah sistem sosial?
- Perubahan teknologi yang juga mengubah cara berkomunikasi
- Perubahan nilai dan norma dalam masyarakat
- Bencana alam
- Perang
- Globalisasi
- Migrasi
- Kebijakan pemerintah.
Mengapa sistem sosial sangat penting untuk dipelajari?
Supaya kita paham bagaimana cara masyarakat berhubungan satu sama lain. Dengan begitu, kita bisa hidup rukun, mengetahui status dan peran, beradaptasi dengan perubahan dan ikut menyelesaikan masalah sosial.
Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu sistem sosial, mulai dari pengertian, jenis, unsur, fungsi, dan contohnya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait salah satu materi penting dalam sosiologi ini semakin luas, ya!
