Salah satu hal krusial yang muncul ketika debut sebagai penulis novel profesional ialah menentukan genre cerita. Pemilihan genre ini sangat penting guna memperlancar proses penulisan sehingga bisa selesai dengan hasil yang optimal.
Ada beberapa pertimbangan dalam memilih genre novel. Kamu perlu mempertimbangkan minat pribadi, kemampuan menulis, jenis cerita yang ingin disampaikan, serta karakter pembaca yang ingin kamu jangkau.
Tips Memilih Genre Novel untuk Debutmu sebagai Penulis Profesional
Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu kamu lakukan dalam memilih genre cerita. Pembahasan selengkapnya bisa kamu simak pada uraian di bawah ini:
Apa Itu Genre Novel?
Genre novel adalah kategori yang digunakan untuk mengelompokkan cerita berdasarkan karakteristik, tema, konflik, suasana, atau pengalaman yang ditawarkan kepada pembaca. Melalui genre pembaca dapat mengetahui gambaran umum sebuah cerita sebelum mereka memutuskan untuk membacanya.
Genre juga membantu penulis menentukan ekspektasi pembaca yang perlu dipenuhi. Beberapa genre novel yang populer antara lain:
- Romance
- Fantasy
- Mystery
- Thriller
- Horror
- Science fiction
- Historical fiction
- Drama
- Adventure
- Young adult
- Coming-of-age
Satu novel juga dapat menggunakan lebih dari satu genre. Misalnya, sebuah cerita dapat menggabungkan romance dengan fantasy atau mystery dengan thriller.
Mengapa Pemilihan Genre Penting untuk Penulis Debut?
Genre akan memengaruhi hampir seluruh proses kreatif dalam penulisan novel. Ketika kamu sudah menentukan genre, kamu dapat lebih mudah menentukan konflik, karakter, latar, suasana, hingga gaya penceritaan.
Genre juga membantu kamu memahami pembaca yang ingin dijangkau. Misalnya, novel romance biasanya menempatkan hubungan antar karakter sebagai bagian penting dari cerita. Sementara itu, mystery membutuhkan teka-teki yang membuat pembaca ingin menemukan jawaban.
Dengan demikian, genre bukan sekadar label di sampul buku. Genre menjadi salah satu fondasi yang membantu kamu membangun keseluruhan cerita.
Jenis Genre Novel yang Bisa Dipilih untuk Debut
Sebelum memilih genre, kenali terlebih dahulu karakteristik beberapa genre yang umum digunakan pada tabel di bawah ini:
| Genre | Fokus Utama | Cocok untuk Penulis yang Suka |
|---|---|---|
| Romance | Hubungan dan perkembangan emosional | Cerita relasi dan emosi |
| Fantasy | Dunia imajinatif dan unsur magis | Worldbuilding |
| Mystery | Teka-teki dan pencarian jawaban | Petunjuk dan plot twist |
| Thriller | Ketegangan dan ancaman | Konflik intens |
| Horror | Rasa takut dan kengerian | Atmosfer gelap |
| Drama | Konflik kehidupan dan emosi | Karakter kompleks |
| Adventure | Perjalanan dan tantangan | Cerita penuh aksi |
| Historical fiction | Cerita dalam konteks sejarah | Riset sejarah |
| Science fiction | Sains, teknologi, dan masa depan | Konsep spekulatif |
| Coming-of-age | Pertumbuhan dan pencarian jati diri | Perjalanan menuju kedewasaan |
Strategi Memilih Genre Cerita untuk Debut sebagai Penulis Novel Profesional
Inilah beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menentukan genre cerita apa yang paling cocok untuk debutmu:
1. Pilih genre yang benar-benar kamu nikmati
Langkah pertama adalah melihat genre yang paling kamu sukai. Coba perhatikan novel yang sering kamu baca.
Apakah kamu lebih tertarik pada kisah percintaan, dunia fantasi, misteri, konflik keluarga, atau cerita horor? Pilihan ini penting karena proses menulis novel membutuhkan waktu dan konsistensi.
Jika kamu tidak menikmati genre yang kamu pilih, proses tersebut dapat terasa berat ketika menemukan bagian cerita yang sulit. Namun, jangan berhenti pada pertanyaan “genre apa yang saya suka?”.
Tanyakan juga, “genre apa yang sanggup saya tulis dalam puluhan ribu kata?” Jawaban kedua ini akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih realistis.
2. Pertimbangkan genre yang paling kamu pahami
Menyukai sebuah genre belum tentu berarti kamu memahami cara kerjanya. Misalnya, kamu menyukai mystery karena menikmati plot twist.
Namun, jika kamu belum memahami cara menanamkan petunjuk, menyusun red herring, dan menjaga informasi dari pembaca, proses menulisnya akan membutuhkan riset lebih banyak. Karena itu, pilih genre yang memiliki hubungan antara minat dan kemampuanmu. Kamu tetap boleh memilih genre yang belum dikuasai, tetapi siapkan waktu untuk mempelajari konvensinya.
3. Kenali ekspektasi pembaca genre
Setiap genre memiliki ekspektasi tertentu. Pembaca romance biasanya mengharapkan perkembangan hubungan yang jelas.
Pembaca mystery mengharapkan teka-teki yang memiliki penyelesaian. Sementara itu, pembaca fantasy biasanya mengharapkan dunia cerita yang memiliki aturan yang dapat dipercaya.
Kamu tidak harus mengikuti semua formula secara kaku. Namun, kamu perlu memahami ekspektasi tersebut sebelum sengaja mematahkannya. Dengan memahami aturan genre, kamu dapat berinovasi tanpa membuat cerita kehilangan identitas.
4. Sesuaikan genre dengan ide ceritamu
Jangan memaksakan ide ke dalam genre yang tidak cocok. Jika inti cerita berkaitan dengan perjalanan dua karakter membangun hubungan, romance mungkin menjadi pilihan yang natural.
Jika konflik utamanya berkaitan dengan pembunuhan dan pencarian pelaku, mystery atau thriller dapat menjadi pilihan yang lebih tepat. Cobalah tuliskan ide ceritamu dalam satu kalimat. Lihat contohnya di bawah ini:
Seorang mahasiswa menemukan surat misterius yang mengungkap rahasia kematian sahabatnya.
Dari premis tersebut, kamu dapat mengembangkannya menjadi mystery, thriller, atau bahkan drama psikologis.
5. Pertimbangkan kemampuan riset
Beberapa genre membutuhkan riset yang lebih intensif. Historical fiction, misalnya, membutuhkan pemahaman terhadap periode sejarah tertentu.
Science fiction dapat membutuhkan riset mengenai teknologi, ilmu pengetahuan, atau konsep ilmiah. Fantasy juga membutuhkan riset dan perencanaan worldbuilding jika kamu ingin menciptakan dunia yang kompleks.
Bukan berarti kamu harus menghindari genre tersebut. Justru riset dapat memperkaya cerita. Namun, pahami beban kerja yang akan kamu hadapi sebelum memilihnya.
6. Pertimbangkan kemampuan membangun dunia (worldbuilding)

Jika kamu memilih fantasy atau science fiction, worldbuilding akan menjadi bagian penting dalam proses menulis. Kamu mungkin perlu menentukan:
- Sistem pemerintahan.
- Kondisi geografis.
- Budaya masyarakat.
- Sistem ekonomi.
- Teknologi.
- Sistem sihir.
- Sejarah dunia.
- Hubungan antarkelompok.
Semakin kompleks dunia yang kamu bangun, semakin banyak hal yang perlu kamu jaga konsistensinya. Karena itu, penulis pemula perlu mempertimbangkan apakah mereka siap mengelola kompleksitas tersebut.
7. Jangan hanya mengejar genre yang sedang tren
Genre yang sedang populer memang dapat memberikan peluang pasar. Namun, tren dapat berubah sebelum novelmu selesai ditulis.
Proses menulis novel membutuhkan waktu. Kamu juga masih perlu melalui tahap editing, layout, desain cover, penerbitan, dan pemasaran. Karena itu, tren yang terlihat populer saat kamu mulai menulis belum tentu tetap sama ketika buku diterbitkan.
8. Kenali target pembaca
Setelah menentukan genre, pikirkan siapa yang akan membaca novelmu. Kamu dapat mempertimbangkan:
- Rentang usia.
- Minat pembaca.
- Tema yang mereka sukai.
- Tingkat kompleksitas cerita.
- Platform tempat mereka mencari bacaan.
Misalnya, jika kamu menargetkan pembaca young adult, kamu perlu mempertimbangkan persoalan dan gaya komunikasi yang relevan dengan kelompok tersebut. Semakin jelas target pembacamu, semakin mudah kamu menentukan cara bercerita dan memasarkan novel.
9. Pertimbangkan kemampuanmu dalam menulis konflik
Genre yang berbeda membutuhkan pendekatan konflik yang berbeda. Novel thriller membutuhkan ketegangan yang konsisten.
Romance membutuhkan perkembangan hubungan yang meyakinkan. Mystery membutuhkan pertanyaan yang menarik dan jawaban yang logis.
Karena itu, pilih genre yang sesuai dengan jenis konflik yang paling nyaman kamu kembangkan. Jika kamu senang mengeksplorasi konflik batin, drama atau psychological fiction dapat menjadi pilihan. Jika kamu menikmati konflik eksternal dan aksi, adventure atau thriller mungkin lebih cocok.
10. Pertimbangkan apakah kamu ingin menggabungkan genre
Kamu tidak harus memilih satu genre secara mutlak. Genre dapat dikombinasikan selama perpaduannya memiliki alasan yang jelas, misalnya:
- Romance + Fantasy
- Mystery + Thriller
- Horror + Mystery
- Romance + Drama
- Fantasy + Adventure
- Science Fiction + Thriller
Nah, itulah berbagai hal yang perlu kamu pertimbangkan dalam menentukan genre untuk novelmu. Bagaimana, sudahkah kamu memiliki gambaran akan menulis dengan genre apa?
FAQ Seputar Memilih Genre Novel
Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul terkait dengan pemilihan genre novel:
1. Genre apa yang paling cocok untuk penulis pemula?
Tidak ada satu genre yang paling cocok untuk semua penulis. Pilih genre yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan ide cerita yang kamu miliki.
2. Apakah penulis pemula boleh menulis genre yang kompleks?
Boleh. Kamu hanya perlu menyiapkan riset dan perencanaan yang lebih matang.
3. Apakah genre novel harus mengikuti tren?
Tidak. Tren dapat menjadi pertimbangan, tetapi kualitas cerita dan kesesuaian genre dengan kemampuan penulis tetap penting.
4. Bolehkah satu novel memiliki dua genre?
Boleh. Pastikan kedua genre tersebut saling mendukung dan cerita tetap memiliki fokus utama.
5. Bagaimana jika saya masih belum yakin dengan genre pilihan?
Cobalah membuat premis, sinopsis, dan outline singkat dalam beberapa genre. Bandingkan hasilnya dan pilih yang paling sesuai dengan cerita yang ingin kamu tulis.
