Deskripsi
Bagaimana jika arsitektur tidak hanya mengikuti bentuk dan tren, tetapi juga belajar dari iklim dan budaya tempatnya tumbuh?
Bioklimatik dalam Budaya Arsitektur mengungkap bagaimana matahari, angin, material lokal, tata ruang, hingga kearifan arsitektur tradisional dapat menjadi dasar untuk menciptakan bangunan yang lebih nyaman, hemat energi, dan selaras dengan lingkungan. Tidak berhenti pada teori, buku ini menghubungkan prinsip arsitektur bioklimatik dengan budaya lokal dan kebutuhan desain masa kini.
Pembaca diajak memahami cara membaca iklim, mengenali potensi tapak, memilih strategi desain, hingga mengevaluasi kinerja bangunan. Sebuah referensi bagi mahasiswa, akademisi, dan praktisi arsitektur yang ingin melihat bahwa desain berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dari teknologi canggih. Terkadang, jawabannya justru sudah lama ada di sekitar kita.






Ulasan
Belum ada ulasan.