Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Membuat Cerita Anak yang Menarik, Intip Tipsnya!

Membuat Cerita Anak yang Menarik, Intip Tipsnya!

Membuat Cerita Anak yang Menarik, Intip Tipsnya!

Apakah kamu penulis yang tertarik pada dunia cerita anak dan ingin membuat cerita untuk anak-anak? Namun, kamu masih bingung bagaimana cara membuat cerita anak yang bisa menarik minat mereka? Jangan khawatir, karena di dalam artikel ini akan dibahas tipsnya, oleh karena itu simak sampai habis, ya!

Membuat Cerita Anak yang Menarik, Intip Tipsnya!

Membuat cerita untuk anak-anak memang hal yang terlihat sederhana dan mudah. Namun, sebenarnya ada tantangan tersendiri ketika kamu mulai mencoba untuk membuatnya, loh. Tantangan-tantangan tersebut bisa berasal dari gaya bahasa yang kamu gunakan, hingga pemberian gambar dan penyampaian alur cerita yang kamu tulis bisa jadi masih kurang sesuai.

Nah, agar kamu lebih mudah dalam proses membuat cerita anak, maka ada baiknya kamu perhatikan tips-tips berikut ini. Beberapa tips ini bisa kamu pelajari terlebih dahulu, agar cerita yang kamu buat nanti bisa lebih sesuai dan tepat sasaran. Berikut ini tipsnya:

1. Cari Tahu Target Pembaca

Hal pertama yang harus kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk membuat cerita anak adalah mencari tahu target pembaca ceritamu nanti. Bukan tanpa alasan, hal ini penting karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa perkembangan kemampuan membaca anak berbeda-beda.

Ketika kamu membahas tentang anak-anak, maka ada berbagai jenis kategori usia. Anak dengan rentang usia 2 – 6 tahun, masuk ke dalam kelompok anak kecil. Rentang usia 8 – 11 tahun, masuk ke dalam kelompok menengah. Sedangkan usia 12 – 17 tahun, masuk ke dalam kelompok pra remaja.

Dari berbagai kategori dan kelompok tersebut, setidaknya kamu sebagai penulis dapat mempertimbangkan bagaimana nantinya cerita tersebut dibuat. Seperti contohnya ketika menulis cerita untuk anak dengan rentang usia 8 – 11 tahun, maka baiknya antara tulisan dan gambar bisa disesuaikan dengan perkembangan usianya.

2. Tentukan Tema

Tips yang kedua adalah menetukan tema yang tepat. Dalam proses pembuatan sebuah cerita, penentuan tema merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Kamu bisa memilih tema-tema yang memang sesuai dengan usia target pembacamu.

Kebanyakan anak-anak akan menyukai tema-tema yang membawa keceriaan, imajinatif, dan penuh dengan hal-hal yang membahagiakan. Kamu bisa memilih beberapa tema seperti persahabatan, keberanian, impian, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan anak-anak. Namun, jangan lupa untuk tetap memperhatikan sasaran pembacamu, ya.

3. Tulis Cerita yang Sesuai

Tips membuat cerita anak selanjutnya adalah tulislah cerita yang sesuai. Kamu perlu menghindari penulisan cerita yang terlalu berbelit-belit dan alur yang ruwet. Tulislah cerita yang simpel dan sederhana, karena akan lebih mudah diterima dan dimengerti oleh anak-anak.

Perlu dipahami bahwa menulis cerita untuk anak-anak berbeda dengan menulis untuk orang dewasa. Di dalam  penceritaan kisah untuk anak, mereka tidak membutuhkan alasan mendetail terkait suatu hal. Berbeda dengan cerita untuk orang dewasa yang membutuhkan detail penceritaan untuk mendukung fakta-fakta di dalam ceritanya.

4. Perhatikan Pemilihan Bahasa

Salah satu faktor cerita dapat diterima oleh seseorang adalah pemilihan bahasa yang digunakan. Ketika kamu menulis cerita anak, maka gunakanlah bahasa-bahasa yang mudah dimengerti oleh mereka. Gunakan kosa kata yang umum dan sederhana sesuai dengan perkembangan usianya, agar mereka dapat memahami cerita yang kamu buat.

Jika kamu masih ragu untuk menentukan kosa kata-kosa kata apa saja yang mudah dipahami anak-anak, maka kamu bisa membuat survey sederhana dengan cara mengamati buku cerita untuk anak-anak di pasaran. Cara itu bisa lebih efektif dalam membantumu, loh.

5. Perhatikan Penggunaan Gambar

Hal yang tak kalah penting dalam cerita anak adalah penggunaan gambar untuk mendukung cerita. Tidak hanya gaya penceritaan yang perlu diperhatikan, tetapi keseimbangan antara tulisan dan gambar juga harus diperhatikan.

Perlu diketahui bahwa anak-anak memiliki kecenderungan untuk melihat gambar-gambar. Oleh karena itu, berilah unsur gambar yang menarik dan berwarna-warni dalam ceritamu.

Itu tadi beberapa tips membuat cerita anak yang menarik. Mungkin masih banyak penulis yang mengira bahwa saat mereka menulis cerita, cerita tersebut akan berhasil di semua anak. Padahal, tidak demikian, ya. Nah, tips-tips di atas bisa kamu ikuti sebelum memutuskan membuat cerita untuk anak-anak. Tetap semangat menulis!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko