Buku Tubuhmu Masih Telanjang di Puisiku

Rp 70,000

“Tubuhmu Masih Telanjang di Puisiku” adalah kumpulan sajak-sajak patah yang menjadi cermin dari luka-luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan rindu yang menolak menjadi abu. Buku ini tidak hanya menyajikan sajak sebagai bacaan, tetapi sebagai ruang sunyi tempat perasaan yang tak tersampaikan menemukan bentuknya sendiri.

Setiap puisi ditulis dengan kesadaran akan tubuh—bukan semata sebagai ragawi, melainkan sebagai arsip emosi: kulit yang pernah menyimpan kehangatan pelukan, napas yang masih mengingat nama, dan jemari yang pernah menulis kata “selamat tinggal” dengan gemetar.

Pesan via WhatsApp
Kategori:

Deskripsi

“Tubuhmu Masih Telanjang di Puisiku” adalah kumpulan sajak-sajak patah yang menjadi cermin dari luka-luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan rindu yang menolak menjadi abu. Buku ini tidak hanya menyajikan sajak sebagai bacaan, tetapi sebagai ruang sunyi tempat perasaan yang tak tersampaikan menemukan bentuknya sendiri. Setiap puisi ditulis dengan kesadaran akan tubuh—bukan semata sebagai ragawi, melainkan sebagai arsip emosi: kulit yang pernah menyimpan kehangatan pelukan, napas yang masih mengingat nama, dan jemari yang pernah menulis kata “selamat tinggal” dengan gemetar.

Di dalam buku ini, tubuh menjadi metafora tempat luka bersembunyi, kenangan menetap, dan cinta tak selesai bergema. Dibagi ke dalam tiga nuansa besar: Rindu yang mengendap, Luka yang menganga, dan Kenangan yang enggan pergi, setiap bagian menghadirkan sisi berbeda dari cinta yang tidak berhasil pulih. Beberapa puisi hadir dengan kelembutan yang menyerupai bisikan, sementara yang lain menyuarakan jerit yang ditahan terlalu lama. Bahasa yang digunakan penuh metafora, namun tetap bisa menjangkau rasa—membuat pembaca seakan diajak menyusuri lorong emosi yang mereka sendiri pernah lalui: mencintai tanpa sempat memiliki, ditinggalkan tanpa benar-benar ditinggal, dan mengingat tanpa ingin mengingat.

Buku ini ditulis untuk siapa saja yang pernah merindukan seseorang dalam diam, yang tubuhnya masih mengingat sentuhan yang sudah tak datang lagi, dan yang puisinya masih menyimpan nama yang tak lagi dibaca. “Tubuhmu Masih Telanjang di Puisiku” bukan hanya judul, ia adalah kenyataan yang dialami banyak orang, yang tubuh dan hatinya belum bisa berpaling dari satu nama yang pernah tinggal terlalu lama.

Penulis: Rolis Sarji

Jumlah Halaman: 158

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Tubuhmu Masih Telanjang di Puisiku”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🚚
Pengiriman Cepat
JNE, J&T, SiCepat
💳
Bayar Aman via Tripay
BCA, BRI, QRIS, OVO, ShopeePay
📚
Buku Original
Langsung dari penerbit
💬
Customer Service
WA: 0857-1020-4409
Penulis Detak Pustaka?
Cek royalti, status naskah, dan laporan penjualan buku Anda di dashboard penulis.
Buka Dashboard