Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Novel Metropop: Review Novel Ganjil Genap

Novel Metropop: Review Novel Ganjil Genap

Novel Metropop: Review Novel Ganjil Genap

Novel ganjil genap, termasuk dalam genre metropop. Genre metropop atau metropolitan popular, dikenal karena fokusnya pada kehidupan perkotaan mencakup tema-tema seperti karier, cinta, persahabatan, dan gaya hidup modern.

Novel Metropop: Review Novel Ganjil Genap

Almira Bastari menulis novel best seller yang mengambil latar indah kota Jakarta dengan kebijakan lalu lintas ganjil genap. Permulaan penulisan novel ini dipicu oleh stigma sosial terhadap para lajang berusia 30 tahun, seperti yang diungkapkan oleh Almira.

Melalui kisah Ganjil Genap, Almira menggali lebih dalam mengenai stigma negatif terhadap perempuan lajang yang belum menikah di usia 30. Yuk, mari kita baca artikel di bawah ini.

Sinopsis

Bara secara tiba-tiba mencampakkan Gala, perempuan yang sudah menemaninya selama tiga belas tahun. Gala sebelumnya mengira hubungan mereka menuju jenjang yang lebih serius, namun ternyata Bara memendam sesuatu yang membuat hubungan mereka berakhir.

Selain sakit hati dan sedih, perasaan lain yang mendominasi Gala saat itu adalah bingung. Usianya sudah hampir mencapai kepala tiga, apa kata orang jika ia belum juga punya hubungan yang serius?

Ganjil Genap-Almira Bastari

Gala, yang awalnya tidak percaya dengan kenyataan pahit itu, akhirnya bercerita kepada geng bodornya. Nandi, Sydney, dan Detira memberikan saran agar Gala move on dari Bara. Sejak saat itu, Gala memutuskan untuk tidak lagi memikirkan Bara, meski hati dan pikirannya kadang-kadang teringat padanya.

Move on dari hubungan yang berlangsung selama 13 tahun bukanlah hal yang mudah baginya. Tiap kali temannya mengajak Gala untuk kenalan dengan cowo baru, kenangan bersama Bara masih terus menghantuinya.

Gala sebenarnya berniat untuk move on karena usianya yang sudah mendekati 30 tahun, dan dia merasa perlu untuk melanjutkan kehidupannya.

Seharusnya, dia sudah menikah jika Bara tidak menunda-nunda hubungan mereka selama 13 tahun, yang akhirnya berlalu begitu saja. Sejak saat itu, Gala aktif mencoba berbagai cara untuk mencari cowo pengganti Bara. Gala bersikap terbuka, siap untuk mengenal siapa pun orangnya, meskipun tergolong aneh.

Hal ini karena sebelumnya, Bara dan Gala selalu pulang bersama setiap hari, demi menghindari aturan lalu lintas Ganjil Genap di Jakarta. Mereka sering bergantian antar jemput menggunakan mobil dengan plat ganjil dan genap yang mereka miliki.

Cerita ini menjadi semakin menarik dengan usaha mati-matian Gala untuk mencari kekasih baru, terutama setelah adiknya yang sudah mau menikah. Gala menggunakan berbagai cara, termasuk ikut blind date, mencoba Tinder, dan bahkan menerima tawaran untuk kencan berbayar.

Novel ini mengangkat tema komitmen dalam hubungan. Banyak yang masih merasa takut dengan pertanyaan ‘kapan nikah?’ yang sering diajukan oleh kerabat dan keluarga kepada mereka yang masih lajang menjelang usia 30-an.

Salah satu hal yang paling menarik dalam novel ini adalah karakter Gala yang sangat realistis. Gala tetap mampu mengambil keputusan-keputusan bijak, tentu saja dengan dukungan dari sahabat-sahabat dan keluarganya.

Bagaimana akhir cerita ini? Apakah Gala berhasil move on dari Bara? Ataukah Bara yang akan kembali hadir dalam hidup Gala dan meninggalkan tunangannya yang baru?

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko