Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » 4 Tips Menulis Buku Cerita Anak yang Menarik

4 Tips Menulis Buku Cerita Anak yang Menarik

4 Tips Menulis Buku Cerita Anak yang Menarik

Buku cerita anak adalah sebuah buku yang berisikan cerita anak, ditulis untuk anak, ditokohkan anak, dan dipahami oleh anak.  Cerita anak merupakan sebuah karya sastra yang sederhana sehingga dapat dipahami sesuai perkembangan intelektual anak.

4 Tips Menulis Buku Cerita Anak yang Menarik

Terdapat beberapa komponen yang penting untuk diperhatikan saat menulis buku cerita anak. Di antaranya adalah:

1.  Tentukan usia pembaca

Menentukan usia pembaca menjadikan penulis lebih memahami kebutuhan yang harus disajikan dalam karyanya. Sebagai penulis harus mengetahui terlebih dahulu kategori usia pembacanya, karena akan menentukan porsi kata yang dibutuhkan. Berikut kategorinya:

  • Usia 0-5 tahun (0 sampai 300 kata untuk bayi, maksimal 500 kata untuk balita, dan maksimal 1000 kata untuk prasekolah)
  • Usia 5-7 tahun dengan 3000-5000 kata
  • Usia 6-9 tahun maksimal 60 ribu kata
  • Usia 12-15 tahun 70 ribu sampai 90 ribu kata
  • Usia 14- dewasa 70 ribu sampai 90 ribu kata

Dengan begitu, penulis dapat menyesuaikan kebutuhan narasi dalam karyanya.

2. Ciptakan tokoh utama yang menarik

Pada penciptaan karakter tokoh, maka penulis harus membuat sebuah permasalahan dalam ceritanya yang mana permasalahan tersebut harus diselesaikan oleh tokoh utama. Dengan begitu akan menjadikan rasa keingintahuan anak dan menciptakan imajinasi lebih pada anak. Karena anak akan merasa ikut menyelesaikan permasalahan tersebut.

Buatlah sifat atau karakter tokoh yang tidak terlalu sempurna. Tidak benar-benar hanya baik terus, dan tidak selalu jahat terus. Anak-anak akan lebih menerima alur cerita karena penokohan yang terkesan realistis.

Sederhananya, buatlah sebuah karakter yang normal pada umumnya. Meski harus memiliki karakter tertentu yang mendominasi, tetapi jangan sampai menciptakan tokoh yang tidak realistis.

Contohnya seperti Kancil. Kancil seperti anak kecil pada umumnya, meski jail dan nakal tapi ia cerdik dan pemberani. Saat kancil mendapatkan sebuah masalah, maka Kancil sendiri yang menyelesaikan permasalahan tersebut.

3. Tentukan jenis cerita buku

Jenis atau genre pada buku menjadi komponen terpenting dalam pembuatan karya buku. Fungsi dari penetapan jenis cerita adalah menjadikan alur cerita yang fokus dan khusus. Berikut beberapa jenis atau genre cerita anak yang bisa menjadi rujukan dalam membuat buku cerita anak.

  • Science Fiction
  • Fantasi
  • Horor/Ghost Stories
  • Action/Advanture
  • True Story
  • Historial Fiction
  • Biography
  • Education
  • Religion
  • Gender Oriented

4. Pilih ilustrator yang tepat

Ilustrasi pada buku anak menjadi nyawa dari alur cerita, karena ilustrasi yang sesuai dengan cerita akan mendukung pengembangan imajinasi anak. Penulis dengan ilustrator harus memiliki keterikatan emosi yang erat saat proses pembuatan buku. Ini berguna menyatukan dan menyelaraskan ide agar alur cerita dan ilustrasi serasi.

Kesimpulannya dalam membuat buku cerita anak, penulis harus tau apa yang ingin dituliskan, menceritakan tentang apa, apakah ide dan tema yang diambil akan berhubungan dan cocok dengan anak-anak, apakah cerita ini sudah cukup unik dan menyenangkan untuk dibaca.

Selain itu, penulis juga harus memperhatikan muatan moral yang mendidik untuk anak-anak sebagai pembaca. Menulis buku cerita anak akan membutuhkan kehati-hatian yang lebih ekstra dibanding dengan menulis karya lainnya. Mengingat anak-anak adalah makhluk yang lembut hatinya serta sensitif daya paham dan ingatannya.

Sekian tips dari saya, semoga membantu dalam proses membuat karyamu.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko