Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Langkah-langkah Sebelum Menerbitkan Buku

Langkah-langkah Sebelum Menerbitkan Buku

Langkah-langkah Sebelum Menerbitkan Buku

Jika ingin menerbitkan buku yang berkualitas, kamu bisa ikuti tips di bawah ini. Jika kamu ingin menerbitkan sebuah buku yang bertujuan untuk konsumsi pribadi, maka tips ini tetap boleh diikuti dan tidak diikuti.

Langkah-langkah Sebelum Menerbitkan Buku

Banyak yang harus kamu lakukan sebelum memutuskan untuk menerbitkan buku. Pemilihan penerbit mana yang akan menerbitkan bukumu juga harus kamu pikirkan. Yuk simak apa saja langkah-langkahnya!

1. Buat naskah

Pada tahap ini, kamu harus menentukan apa yang kamu buat. Tulisan ini nantinya mengarah ke buku fiksi atau nonfiksi. Jika fiksi, apa jenis bukunya, bagaimana premis awalnya, alur yang kamu buat nanti kira-kira bagaimana, dan lain sebagainya.

Jika nonfiksi, apa yang ingin kamu buat? Biografi, artikel, atau apa? Jaman sekarang juga tak jarang orang-orang membuat dan menerbitkan buku yang berisikan tugas akhirnya seperti skripsi. Jika penentuan-penentuan kecil atau langkah awal membuat naskah sudah selesai, selanjutnya tentukan media apa yang kamu gunakan untuk membuat naskah.

Script atau naskah biasanya tersusun dalam microsoft word, atau perangkat lunak lainnya, yang pada intinya berupa ketikan. Tetapi, jika memang naskahnya berupa tulis tangan, itu bukanlah hal yang fatal. Menulis naskah menggunakan digital tentu akan mempermudah ketika proses penerbitan, karena tidak perlu melalui tahap menulis lagi dalam bentuk digital atau bisa disebut juga menyalin ulang.

Jika kamu masih ragu, ingin menerbitkan atau tidak, kamu pasti akan melalui langkah menulis naskah. Agar tidak bekerja lebih ekstra di kemudian hari, alangkah baiknya kamu membuat naskah sudah ada dalam bentuk digital.

2. Ketahui penerbitan mayor dan indie

Setelah naskah sudah kamu buat, dan tersusun runtut, tahap selanjutnya cari tahu jenis penerbitan mayor dan indie. Kamu bisa menerbitkan bukumu secara gratis dan berbayar. Ketentuan setiap penerbit berbeda-beda, tentu kamu harus menyimak dengan seksama.

Penerbitan mayor bisa mencetak buku satu judulnya hingga ribuan pcs, pada penerbitan ini kamu hanya perlu kirim naskah yang sudah dalam bentuk pdf, lalu memasuki tahap seleksi dengan naskah penulis lain, setelah itu mendapat bayaran atau royalti. Sedangkan penerbit indie, mencetak buku hanya berdasarkan jumlah permintaan saja, pada beberapa penerbit indie juga mengharuskan penulis untuk membayar cetakan bukunya.

Mungkin ada saja orang yang merasa lebih nyaman menggunakan jasa penerbitan mayor atau malah sebaliknya, lebih nyaman menggunakan jasa penerbitan indie. Royalti dari penerbit mayor biasanya 10% sedangkan penerbit indie hingga 50%. Ketika promosi, penerbit mayor akan bertanggung jawab atas bukunya, serta dibantu promosi oleh penulisnya. Sedangkan penerbit indie akan menyerahkan keseluruhan kegiatan promosi menjadi tanggung jawab sang penulis.

3. Menentukan penerbit mana

Setiap penerbit pasti memiliki ketentuan tersendiri. Yang harus kamu lakukan adalah mencari tau setiap ketentuan di penerbit-penerbit, sehingga kamu bisa menyesuaikan ketentuannya yang cocok untukmu. Ketentuan di penerbit mayor biasanya hampir sama antara satu dengan yang lain, yang berbeda-beda biasanya pada penerbit indie.

Persyaratannya yang umum berbeda yaitu ada berapa jumlah kata dalam setiap buku yang akan melalui tahap cetak, dan benefit yang penulis dapat. Seperti royalti, sertifikat, piala atau vandel, dan masih banyak lagi. Penerbit mayor adalah penerbit yang sudah memiliki nama besar, seperti Gramedia Pustaka Utama, Mizan, dan lain sebagainya, sedangkan penerbit indie adalah penerbit rintisan yang masih kecil, salah satunya adalah detak pustaka.

Itu adalah langkah-langah sebelum menerbitkan buku yang harus kamu ketahui, agar tidak asal terbit. Semoga bermanfaat!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko