Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Review Buku Laut Bercerita, Sebuah Novel Oleh: Leila Chudori

Review Buku Laut Bercerita, Sebuah Novel Oleh: Leila Chudori

Review Buku Laut Bercerita, Sebuah Novel Oleh: Leila Chudori

Siapa yang tidak mengenal Leila Chudori. Beliau merupakan salah seorang jurnalis yang sekaligus penulis dengan karya-karyanya yang fenomenal. Bagi para pecinta buku, pasti tidak asing lagi dengan nama pena Leila Chudori. Pemilik nama asli Leila Salikha Chudori, telah melahirkan beberapa karya yang terkenal, salah satunya yaitu Laut Bercerita.

Banyak di antara sastrawan, dan para pelajar yang telah berlomba-lomba untuk membahas, membuka ruang diskusi atau menulis review buku Laut Bercerita karyanya. Hal tersebut dikarenakan latar belakang kisah yang diambil pada periode pemerintahan masa orde baru, yang menyimpan banyak kisah dan masih saja hangat menjadi perbincangan di kalangan pelajar, mahasiswa atau aktivis.

Review Buku Laut Bercerita, Sebuah Novel Oleh: Leila Chudori

Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan review buku Laut Bercerita. Laut Bercerita, bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berkhianat. Serta sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makam anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur.

Tentang Buku

Berjudul Laut Bercerita, ditulis oleh Leila Chudori pada tahun 2017 dan diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) di Jakarta. Buku ini telah melakukan cetakan ulang yang ke-40 pada bulan Juni 2022 dengan tebal 377 halaman. Sebuah karya dengan tebal yang standar bagi saya, tidak terlalu tebal tidak juga terlalu tipis.

Pada buku ini dibagi menjadi dua bagian, bagian satu dengan judul Biru Laut, bagian dua dengan judul Asmara Jati.  Keduanya memiliki sudut pandang dari masing-masing tokoh. Bagian pertama melalui sudut pandang tokoh utama yang bernama Biru Laut sedangkan bagian kedua dari sudut pandang Asmara Jati selaku adik Biru Laut.

Kelebihan dan Kekurangan

Dari mulai judul buku Laut Bercerita dengan tokoh utama yang bernama Biru Laut, ini merupakan sebuah ide yang jenius oleh penulis. Judul dan tokoh utama memiliki keterikatan yang menarik perhatian para pembaca hanya dari judulnya dan sinopsisnya. Menurut saya, jarang ada penulis yang bisa memberikan nyawa pada judul bukunya.

Nama-nama setiap tokoh pun diberikan dengan unik dan mampu mencerminkan karakter khususnya. Misalnya seperti tokoh Asmara Jati, secara sekilas kita akan sama tahu bahwa itu adalah nama seorang perempuan yang tangguh, cerdas dan pemberani. Seperti itulah Leila Chudori menamai setiap tokohnya.

Kemudian, latar tempat yang diambil pun menarik, yaitu Yogyakarta. Kita sama-sama mengetahui bahwa Yogyakarta merupakan kota pelajar yang mana pada tahun 1980 an, ada begitu banyak aktivis besar yang lahir di
Yogyakarta. Lagi-lagi ini adalah ide yang jenius oleh penulis, dan sangat terlihat bahwa penulis telah melakukan riset yang mendalam saat menuliskan karya ini.

Bisa saya katakan demikian, karena tempat yang diceritakan dalam buku, bahkan nama jalan dan nama daerahnya pun sangat persis saat saya mencari tahu terkait tempat tersebut. Bahkan, saya sampai lupa jika buku tersebut adalah bergenre fiksi.

Kekurangan pada buku ini hampir samar terlihat oleh pembaca. Namun, saya pribadi menemukan hal yang dirasa kurang nyaman saat membaca dari bagian satu menuju bagian kedua. Pada saat perpindahan dari bagian satu ke bagian dua, saya sempat bingung lantaran saya tidak memahami dari awal bahwa dua bagian tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda.

Saya katakan samar karena pada dasarnya tidak begitu mencolok apa yang menjadi kekurangan buku Laut Bercerita. Ini merupakan asumsi pribadi saya sebagai pembaca. Dan mungkin saja, hal tersebut tidak begitu mengganggu pembaca lainnya. Artinya, ini tergantung dengan selera masing-masing pembaca.

Teknik Penulisan

Tidak perlu diragukan lagi tentang teknik penulisan Leila Chudori. Bahkan saya yang terbiasa membaca buku nonfiksi atau buku pelajaran saja bisa mengikuti alur cerita dengan mudah. Alur cerita yang sederhana memberikan kesan yang benar-benar nyata. Sehingga, ini menjadikan para pembaca dapat menyelami alur perasaan yang dirasakan oleh para tokoh.

Buku ini merupakan genre fiksi sejarah, tetapi penulis berhasil menciptakan karya yang tidak membosankan seperti buku pelajaran sejarah lainnya. Bagi saya, selain buku ini menghibur, buku ini juga sangat informatif. Mengingat bahwa buku ini mengambil alur cerita pada era 1980an, dan menyimpan banyak kisah yang inspiratif.

Penilaian

Sebagai pecinta buku fiksi sejarah, saya sangat merekomendasikan kalian untuk membaca buku ini. Karena, Laut Bercerita merupakan karya yang memiliki banyak nilai positifnya. Menghibur dan informatif adalah kata yang cocok untuk memberikan penilaian untuk buku Laut Bercerita.

Terlepas siapa yang menulis, secara personal saya bisa mengatakan bahwa buku ini benar-benar bagus karena isinya. Tidak serta merta penulisnya yang sudah terkenal dan tersohor di kalangan sastrawan, kemudian saya menilai buku ini bagus dan layak dibaca atau bahkan didiskusikan.

Kesimpulan

Laut Bercerita merupakan buku dengan genre fiksi sejarah, karya Leila Chudori yang sangat menghibur, inspiratif sekaligus informatif. Tidak dapat dipungkiri lagi kemampuannya menulis hingga menciptakan tokoh yang hidup dalam benak para pembacanya.

Bukan sekedar karya sastra biasa, namun sebuah perjalanan lintas waktu yang nyata. Sebuah karya yang wajar jika mendapat pujian dan penghargaan.

Sekian artikel review buku Laut Bercerita karya Leila Chudori. Semoga bisa menjadi referensi kamu yang sedang ingin membacanya atau sedang mencari buku bacaan yang menarik. Jadilah pembaca yang cerdas dengan tahu apa yang menjadi seleranya.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko