Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Beranda » Blog » Tips Merevisi Naskah Fiksi untuk Cerpen maupun Novel agar Hasilnya Maksimal

Tips Merevisi Naskah Fiksi untuk Cerpen maupun Novel agar Hasilnya Maksimal

Tips Merevisi Naskah Fiksi untuk Cerpen maupun Novel agar Hasilnya Maksimal

Menyelesaikan draft pertama merupakan pencapaian penting dalam proses menulis karya fiksi. Namun, tahap tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari proses penyempurnaan yang menentukan kualitas akhir naskah.

Pada tahap ini, masih banyak penulis yang merasa bingung harus memulai revisi dari bagian mana. Hal ini terjadi terutama karena naskah yang sudah selesai sering kali terasa sulit untuk dinilai secara objektif.

Tips Merevisi Naskah Fiksi untuk Cerpen maupun Novel agar Hasilnya Maksimal

Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam proses revisi naskah agar hasilnya maksimal. Yaitu diperoleh naskah dengan struktur cerita yang kuat, karakter yang menarik, konflik yang menarik, hingga penggunaan gaya bahasa yang tepat.

Harus Dimulai dari Mana Proses Revisi Naskah Fiksi?

Nah, untuk kamu yang sedang mencari berbagai tips terkait proses revisi naskah fiksi, kamu bisa membaca artikel ini sampai selesai. Kami akan memberikan berbagai strategi agar naskahmu jadi lebih baik lagi. Yuk, simak pembahasannya sampai selesai pada uraian di bawah ini:

Definisi Merevisi Naskah Fiksi

Sebelum membahas berbagai tips merevisi naskah fiksi mari kita cari tahu apa yang dimaksud merevisi tersebut. Merevisi naskah adalah proses memperbaiki dan menyempurnakan isi cerita secara menyeluruh setelah draft pertama selesai.

Fokus utama revisi meliputi alur, karakterisasi, konflik, sudut pandang, konsistensi logika cerita, serta kekuatan emosi yang ingin disampaikan kepada pembaca. Proses ini sering melibatkan perubahan besar, seperti menambah adegan, menghapus bagian, atau mengatur ulang struktur cerita.

Pas praktiknya, banyak penulis menyamakan revisi dengan editing, padahal keduanya memiliki fokus yang berbeda. Revisi lebih menekankan pada perbaikan substansi cerita.

Sedangkan editing biasanya berfokus pada bahasa, tata kalimat, dan aspek teknis penulisan. Dengan kata lain, revisi dilakukan sebelum tahap editing bahasa dimulai.

Apakah Content Editing Sama dengan Merevisi?

Jika kamu ingin tahu lebih detail apakah revisi sama dengan editing, maka bab ini patut kamu baca. Terlebih lagi jika kamu masih belum terlalu familiar dengan berbagai jenis editing naskah.

Yang mana salah satu jenis editing naskah itu ada yang namanya content editing. Content editing memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan revisi karena sama‑sama berfokus pada isi naskah.

Dalam dunia penerbitan, content editing sering disebut sebagai proses penyuntingan substansi yang mencakup struktur cerita, pengembangan karakter, dan kekuatan konflik. Oleh karena itu, secara praktis content editing dapat dianggap sebagai bagian dari proses revisi yang lebih profesional.

Perbedaannya terletak pada pelaku dan kedalaman analisis. Revisi biasanya dilakukan oleh penulis sendiri, sedangkan content editing dilakukan oleh editor profesional yang memberikan masukan objektif. Meskipun demikian, tujuan keduanya tetap sama, yaitu meningkatkan kualitas cerita agar lebih kuat dan menarik.

Tips Merevisi Naskah Fiksi agar Hasilnya Maksimal

Tips Merevisi Naskah Fiksi untuk Cerpen maupun Novel agar Hasilnya Maksimal

Oke, kita akan masuk ke topik utama kita tentang tips merevisi naskah fiksi. Ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan sehingga naskah fiksi yang kamu tulis jadi lebih baik lagi, yaitu:

1. Beri jeda sebelum mulai merevisi

Memberi jarak waktu setelah menyelesaikan draft pertama sangat penting untuk mendapatkan perspektif baru terhadap cerita. Ketika kamu langsung merevisi tanpa jeda, kemungkinan besar kamu masih terlalu dekat secara emosional dengan naskah.

Hal tersebut menyebabkan kamu sulit melihat kekurangan naskahmu sendiri. Nah, jeda waktu membantu kamu membaca ulang dengan sudut pandang yang lebih objektif.

Selain itu, jeda juga membantu otak memproses ide secara tidak sadar. Saat kembali membaca naskah, kamu akan lebih mudah menemukan bagian yang terasa janggal atau kurang kuat. Dengan cara ini, proses revisi menjadi lebih efisien karena kamu sudah memiliki jarak psikologis dari karyamu tersebut.

2. Fokuslah pada struktur cerita terlebih dahulu

Langkah awal revisi sebaiknya dimulai dari struktur besar cerita, bukan langsung pada bahasa atau detail kecil. Struktur yang kuat akan menjadi fondasi utama kualitas cerita.

Untuk itu, kamu perlu memeriksa apakah alur cerita sudah mengalir dengan baik, konflik berkembang secara logis, dan klimaks terasa memuaskan. Pendekatan ini seperti ini akan menghemat waktu dan tenaga dalam proses revisi.

3. Evaluasi kekuatan karakter

Karakter merupakan elemen penting dalam cerita fiksi karena pembaca terhubung melalui tokoh. Periksa kembali apakah motivasi karakter jelas, perkembangan karakter terasa realistis, dan tindakan tokoh sesuai dengan kepribadiannya.

Karakter yang kuat akan membuat cerita lebih hidup dan berkesan. Nah, jika kamu menemukan karakter yang terasa datar atau tidak konsisten, kamu dapat menambahkan latar belakang, konflik internal, atau dialog yang lebih mendalam.

4. Periksa konsistensi sudut pandang dan logika cerita

Kesalahan sudut pandang merupakan masalah umum dalam naskah fiksi, terutama bagi penulis pemula. Nah, ketika kamu melakukan proses revisi, pastikan narasi tetap konsisten sesuai pilihan point of view yang kamu gunakan dari awal. Perubahan sudut pandang yang tidak terkontrol dapat membingungkan pembaca.

Selain sudut pandang, logika cerita juga harus diperhatikan. Pastikan setiap kejadian memiliki sebab yang jelas dan tidak bertentangan dengan informasi sebelumnya. Konsistensi akan membuat cerita terasa lebih meyakinkan dan profesional.

5. Pangkas bagian yang tidak penting

Salah satu tantangan revisi adalah keberanian untuk menghapus bagian yang sebenarnya tidak diperlukan. Padahal, menghapus bagian tertentu bukan berarti merusak karya, melainkan justru memperkuatnya.

Penulis profesional sering melakukan pengurangan kata untuk menjaga ritme cerita tetap efektif. Prinsip ini penting diterapkan baik pada cerpen maupun novel.

6. Perhatikan ritme dan emosi cerita

Cerita yang baik memiliki ritme yang seimbang antara adegan cepat dan lambat. Oleh karena itu kamu perlu memeriksa apakah ada bagian yang terasa terlalu panjang atau justru terlalu cepat sehingga emosi tidak tersampaikan dengan baik.

Dengan ritme yang tepat akan membuat pembaca lebih terlibat secara emosional. Kamu juga perlu memastikan bahwa momen penting dalam cerita mendapatkan porsi yang cukup. Misalnya, antara adegan klimaks, konflik utama, atau perubahan karakter harus terasa kuat dan berkesan.

7. Lakukan revisi bertahap

Revisi yang efektif sebaiknya kamu lakukan secara bertahap dengan fokus berbeda pada setiap tahap. Misalnya, tahap pertama fokus pada struktur, tahap kedua pada karakter, dan tahap berikutnya pada bahasa.

Pendekatan bertahap akan membantu kamu bekerja lebih sistematis dan tidak kewalahan. Metode ini juga memungkinkan kamu melihat perkembangan kualitas naskah secara jelas. Sebab, setiap tahap memberikan peningkatan tertentu sehingga hasil akhirnya lebih maksimal.

8. Minta masukan dari pembaca lain

Masukan dari pembaca lain sangat berharga karena memberikan perspektif yang tidak kamu miliki sebagai penulis. Kamu dapat meminta bantuan teman, komunitas menulis, atau beta reader untuk membaca naskah.

Pendapat mereka akan membantumu untuk menemukan kelemahan yang mungkin terlewat. Namun, penting untuk tetap selektif dalam menerima masukan.

Gunakan saran yang memang relevan dengan tujuan cerita yang kamu buat. Nah, dengan kombinasi masukan eksternal dan penilaian pribadi, revisi akan menjadi lebih optimal.

Itulah berbagai hal terkait merevisi naskah fiksi dan tips untuk melakukannya. Semoga informasi pada artikel kali ini bisa membantu kamu untuk menyempurnakan naskahmu.

Sehingga kamu bisa memperoleh hasil akhir yang lebih baik lagi dan siap untuk diterbitkan. Dan setelahnya bisa diterima baik oleh target market yang sudah kamu rencanakan.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko