Deskripsi
Apa jadinya jika hukum, yang seharusnya menjadi penjaga keadilan, justru menjelma menjadi senjata bagi mereka yang paling pandai bermain kata? Hakim, seorang mahasiswa hukum, tak lagi bisa menutup mata. Di ruang kuliah, ia banyak belajar dari para pakar besar dunia tentang apa itu keadilan. Di ruang sidang, ia menyaksikan bagaimana orang baik bisa terjerat dalam sistem yang terkadang tak berpihak pada mereka.
Perjalanan Hakim bukan sekadar tentang mempertahankan idealismenya, tetapi juga tentang pertaruhan pribadi: relasi yang menjerat melalui jejak digital, sebuah pertemanan yang diuji, hingga pertanyaan paling mendasar tentang niat jahat (mens rea) yang tersembunyi di balik topeng kemanusiaan. Ia belajar dari kedai kopi hingga pelataran parkir, dari sebuah pertemanan hingga vonis mutlak opini publik. Setiap babak dalam hidup Hakim adalah pengadilan tersendiri.






Ulasan
Belum ada ulasan.