Deskripsi
Profesor Wira menanam dan merawat kebun durian selama bertahun-tahun, bukan sekadar karena ia menyukai buah itu, tetapi karena durian selalu mengingatkannya pada Rani—mantan kekasihnya semasa kuliah yang sangat menyukai durian.
Bagi Wira, merawat pohon-pohon itu seperti merawat kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Setiap musim durian tiba, ia mengundang sahabat-sahabatnya datang ke kebun. Mereka makan durian bersama, bercakap tentang hidup, dan sejenak melupakan kesibukan dunia. Kebun itu perlahan menjadi ruang jeda—tempat orang-orang belajar bahwa hidup tidak selalu harus dikejar, kadang cukup dirawat.
Tanpa rencana, suatu hari Rani datang ke kebun itu bersama seorang sahabat lamanya. Di bawah pohon-pohon durian yang telah tumbuh selama bertahun-tahun, dua manusia yang pernah saling mencintai kembali bertemu—bukan untuk mengulang masa lalu, melainkan untuk memahami bahwa waktu, seperti pohon, selalu menemukan caranya sendiri untuk tumbuh.
Jumlah Halaman: 64





Ulasan
Belum ada ulasan.