Deskripsi
Setiap kali Operasi Tangkap Tangan diumumkan, negara seolah sedang memenangkan perang melawan korupsi. Namun di balik uang tunai yang disita dan pejabat yang digelandang, ada pihak yang merancang keputusan koruptif jauh sebelum transaksi berlangsung, dan mereka nyaris tidak pernah tersentuh hukum. Mereka tidak menandatangani dokumen, tidak menerima suap secara langsung. Yang mereka jual hanyalah kedekatan dan kemampuan memengaruhi orang yang mengambil keputusan.
Buku ini membongkar wajah tersembunyi korupsi modern yang selama ini luput dari sorotan, yaitu perdagangan pengaruh atau trading in influence. Dari kuota impor yang diperjualbelikan, makelar kasus yang mengatur jalannya keadilan, hingga konsesi sumber daya alam yang menjadi alat pembiayaan politik, penulis menyingkap pola berulang di balik berbagai skandal besar negeri ini, sekaligus menunjukkan mengapa hukum pidana Indonesia masih gagal menjerat aktor yang paling menentukan.
Karena korupsi yang selama ini terlihat hanyalah puncak gunung es. Di bawah permukaan, ekosistem perdagangan pengaruh terus bekerja, jauh lebih besar dan lebih berbahaya dari yang selama ini kita bayangkan, dan buku ini adalah peta untuk menyusurinya.
Hukum bisa menangkap tangan yang menerima uang, tetapi belum tentu mampu menyentuh tangan yang mengatur segalanya dari kegelapan.






Ulasan
Belum ada ulasan.