Deskripsi
Di era ketika gawai terasa lebih akrab daripada kitab suci dan fatwa keagamaan berseliweran di linimasa media sosial, kita tidak lagi bisa memahami agama tanpa memahami media-begitu pula sebaliknya. Media bukan lagi sekadar alat komunikasi statis, melainkan telah menjelma menjadi lingkungan hidup baru yang mereformasi cara manusia beragama.
Buku ini menawarkan sebuah peta komprehensif dan mendalam mengenal perjumpaan dinamis antara media dan agama, khususnya dalam konteks Indonesia. Memadukan pendekatan teoretis yang eklektik-mulai dari Medium Theory, mediatisasi, ruang publik, hingga ekonomi politik media-penulis mengajak pembaca melintasi ruang waktu. Mulai dari sejarah tibanya huruf cetak di Nusantara, metamorfosis Islam politik di layar kaca, hingga ledakan ekspresi keagamaan di era algoritma digital.
Lebih dari sekadar memotret fenomena permukaan, buku ini berani menyelami isu-isu krusial dan kontemporer yang ada di sekitar kita:
- Bagaimana kuasa media memengaruhi representasi agama?
- Benarkah kehadiran ulama media dan jagat media sosial tengah meredistribusi sekaligus meruntuhkon struktur otoritas keagamaan tradisional?
- Bagaimana ekosistem dakwah beradaptasi di tengah komodifikasi, personal branding, dan selebrifikasi da’i berbasis algoritma?
- Hingga sisi gelap disrupsi digital: hoaks dan disinformasi keagamaan yang mengancam tenun kerukunan bangsa.
- Sebagai kelanjutan sosiologis dari buku terdahulu, Islam dan Media, karya ini melangkah lebih jauh menuju fase mediatisasi dan disrupsi. Buku ini adalah referensi wajib bagi akademisi, peneliti, mahasiswa komunikasi dan studi agama, serta siapa saja yang ingin menjawab pertanyaan krusial: “Apakah media baru pada akhirnya melahirkan cara beragama yang baru
Selamat membaca dan bersiaplah melihat realitas keberagamaan Anda dengan cara yang sama sekali baru.
Jumlah Halaman: 265






Ulasan
Belum ada ulasan.