Deskripsi
Ketika keberhasilan pendidikan mulai diukur secara dominan melalui angka rapor dan kepatuhan prosedural, kita perlu bertanya kembali: apa sebenarnya tujuan utama dari persekolahan? Buku ini membedah dinamika dunia pendidikan modern dari sudut pandang sosiologi dan humaniora. Penulis mengidentifikasi berbagai aspek yang kerap luput dari evaluasi, seperti dampak kontrol fisik terhadap integritas diri anak, feodalisme budaya dalam interaksi sekolah, hingga pentingnya ruang bagi siswa untuk belajar mengambil keputusan secara mandiri. Tanpa bermaksud menyudutkan pihak tertentu, buku ini hadir sebagai ruang diskusi teoretis dan praktis. Tujuannya adalah mencari titik keseimbangan baru: bagaimana sekolah tetap dapat menjaga keteraturan sosial tanpa harus mengorbankan ruang bagi pertumbuhan nalar kritis dan kematangan emosional generasi masa depan.






Ulasan
Belum ada ulasan.