Deskripsi
Di antara langit senja dan bayang-bayang yang tertinggal, Layung lahir dari rindu yang tak sempat pulang. Melalui kata-kata yang sederhana namun sarat makna, penulis menuangkan perasaan yang sejatinya tak pernah benar-benar usai—tentang seseorang, yang masih tersimpan dalam memori dan selalu ia kenangi.
Di sisi lain, penulis juga mencoba memahami hidup dan mengungkapkan apa yang menjadi pikirannya di tengah riuh yang tak memberi jeda. Di saat itulah di mana suara hati yang lama tertahan, akhirnya bicara lewat kata-kata.
Penulis: Deni Fareza
Jumlah Halaman: 138





Ulasan
Belum ada ulasan.