Deskripsi
Sejatinya, setiap manusia sedang berjalan menuju suatu tempat, meski tidak semuanya tahu ke mana langkah itu akan bermuara. Begitu pun yang dialami oleh Qais. Di tengah ambisi, gengsi, kepura-puraan, dan ketakutan yang mengiringi kehidupannya, ia mulai mempertanyakan ke mana langkahnya akan dibawa.
Dalam pergulatan batinnya, ia perlahan menyadari bahwa langkah yang harus ditempuh adalah kembali kepada Sang Pencipta. Semakin ia mencari, jawaban itu ternyata hadir dalam setiap gerakan dan bacaan salat.
Sebab, setiap gerakan dan bacaannya menyimpan pelajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan: belajar melepaskan, merendahkan diri, berserah, memohon, berharap, hingga akhirnya bangkit dan kembali melangkah dengan Allah sebagai tujuan.
Perlahan, Qais memahami bahwa salat bukan sekadar gerakan yang harus ditunaikan, melainkan ruang untuk memahami kehidupan dan menyadari bahwa sejauh apa pun perjalanan, hanya Allah yang sesungguhnya menjadi tempat pulang.






Ulasan
Belum ada ulasan.