Ciri-Ciri Teks Prosedur, Kaidah, Stuktur, dan Contohnya

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa resep masakan atau panduan merakit meja mudah diikuti? Rahasianya ada pada cara penulisannya yang dikenal dengan istilah teks prosedur.
Secara sederhana, kamu dapat mengartikan teks prosedur sebagai sebuah tulisan yang memuat langkah-langkah untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar. Tujuannya yaitu agar pembaca tidak bingung dan dapat mencapai hasil yang mereka inginkan.
Ciri-Ciri Teks Prosedur, Kaidah, Struktur, dan Contohnya
Melalui artikel ini, kita akan memahami secara mendapat apa saja ciri-ciri teks prosedur, lengkap dengan kaidah kebahasaan, struktur penulisan, dan contohnya. Harapannya, setelah membaca tulisan ini, teman-teman dapat membuat teks prosedur yang interaktif, komunikatif, dan dapat diikuti oleh siapa saja. Langsung saja kita simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:
Ciri-Ciri Teks Prosedur
Sama seperti jenis teks atau tulisan lainnya, teks prosedur juga memiliki karakteristik khusus yang sangat menonjol. Berikut beberapa poin utamanya:
1. Terdapat kata perintah (imperatif)
Teks prosedur merupakan jenis tulisan yang bersifat mengarahkan. Jadi, kamu akan sering menemui kata-kata seperti “tuangkan”, “ambil”, “pasang”, atau “campurkan”. Hal ini bertujuan supaya pembaca langsung mengetahui tindakan apa yang harus mereka jalankan.
2. Berisi panduan yang harus dilaksanakan
Poin utama dari teks prosedur adalah menuntun pembaca untuk melaksanakan suatu hal dari tahap awal hingga akhir. Isinya berupa berbagai langkah yang jelas supaya hasilnya sukses atau alat yang berhasil kamu rakit tidak rusak.
3. Menggunakan kata kerja aktif
Teks prosedur berfokus pada tindakan nyata yang pembaca lakukan pada saat itu juga. Kata-kata yang terdapat di dalamnya cenderung lugas dan menunjukkan aktivitas fisik yang langsung bisa pembaca praktikkan.
Beberapa contoh kata kerja aktif yang sering muncul di teks prosedur, baik resep masakan atau merakit suatu alat yaitu:
- Menyiapkan
- Memotong
- Mengupas
- Didihkan
- Buka
- Pasang
- Masukkan
- Hubungkan
- Tekan
- Sambungkan
- Tancapkan
4. Memakai kata penghubung (konjungsi)
Agar alur instruksi dalam teks prosedur mengalir tidak tidak membingungkan pembaca, maka harus menggunakan kata penghubung yang menunjukkan urutan waktu.
Beberapa contoh kata tersebut yaitu:
- Kemudian
- Lalu
- Setelah itu
- Selanjutnya
- Berikutnya
5. Terdapat aturan yang jelas
Ciri yang kelima yaitu teks prosedur juga selalu menyertakan aturan main yang detail mengenai bahan atau langkah-langkah yang harus pembaca ikuti. Aturan tersebut bisa berupa takaran yang pas, durasi waktu, sampai urutan yang harus pembaca kerjakan terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat terhindar dari risiko kesalahan atau kegagalan sekecil mungkin.
6. Sistematis
Terakhir, teks prosedur selalu menyampaikan urutan kegiatan yang tersusun secara rapi dan sistematis. Biasanya, penulis menggunakan bantuan penomoran atau poin-poin agar pembaca mengetahui secara jelas mana langkah pertama, kedua, dan seterusnya tanpa perlu merasa bingung.
Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur
Di samping ciri-ciri, terdapat kaidah kebahasaan atau gaya bahasa yang biasa dipakai dalam teks prosedur supaya instruksinya lebih jelas dan memudahkan pembaca. Berikut rincian selengkapnya:
1. Menggunakan kata kerja perintah (imperatif)
Gaya bahasa teks prosedur yang pertama adalah menggunakan kata kerja perintah yang berakhiran -kan, -i, atau -lah. Contohnya, tuangkan, lumuri, aduklah, pasangkan, cucilah, dan hubungkan. Maksudnya yaitu untuk memberi instruksi langsung sekaligus tegas kepada pembaca.
2. Memakai istilah khusus (kata teknis)
Pada umumnya, teks prosedur memiliki kata-kata teknis yang bermakna khusus dan hanya muncul di bidang tertentu. Jika kamu membaca resep masakan, akan muncul kata seperti “kalis” atau “tumis”.
3. Terdapat kata penghubung waktu (konjungsi temporal)
Agar setiap langkah atau tahap tidak tertukar, teks prosedur menggunakan kata penghubung yang menampilkan urutan waktu. Hal ini berfungsi untuk menjelaskan urutan proses atau rangkaian tahapan yang harus pembaca lakukan dengan cermat.
4. Memakai kalimat persuasif
Dalam teks prosedur, penulis biasanya memakai kalimat yang bersifat membujuk atau mengajak pembaca agar melakukan berbagai langkah yang disarankan dengan cara yang menyenangkan dan efektif.
5. Gambaran yang sangat detail
Teks prosedur merupakan salah satu jenis tulisan yang penuh dengan informasi berharga. Setiap langkah dijelaskan sangat detail, mulai dari ukuran bahan, alat yang diperlukan, hingga durasi waktu. Tujuannya supaya pembaca bisa mengikuti prosesnya dengan tepat.
6. Memakai kata kerja material dan tingkah laku
Bahasa yang terdapat dalam teks prosedur mengacu pada aktivitas fisik yang harus pembaca lakukan. Misalnya, potong, lipat, tekan, tempelkan, dan kaitkan.
Struktur Penulisan Teks Prosedur

Setelah memahami ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks prosedur, yang perlu kamu ketahui selanjutnya yaitu struktur penulisannya. Biasanya, teks prosedur disusun mengikuti empat bagian utama berikut ini:
1. Judul dan pengantar
Struktur penulisan teks prosedur yang pertama yaitu dengan membuat judul yang jelas, kemudian tambahkan sedikit kalimat pembuka. Bagian ini berperan penting untuk memberitahu pembaca tentang apa yang akan mereka buat atau lakukan secara singkat.
2. Daftar alat dan bahan
Bagian kedua dalam struktur teks prosedur adalah menyebutkan semua perlengkapan yang pembaca butuhkan. Jika teks tersebut memuat resep masakan, tuliskan bahan-bahannya secara detail.
Namun, apabila kamu menulis panduan merakit lemari atau meja belajar, kamu perlu menuliskan alat-alat yang harus pembaca siapkan. Supaya pembaca tidak berhenti di tengah jalan karena ada alat yang belum mereka bawa.
3. Langkah-langkah
Sesudah menuliskan judul, pengantar, dan daftar alat atau bahan yang pembaca butuhkan, langkah selanjutnya yaitu menyusun berbagai langkah yang harus pembaca ikuti. Langkah-langkah tersebut harus ditulis secara logis dan sistematis agar hasil akhirnya sesuai dengan harapan.
4. Penutup atau kesimpulan
Di bagian akhir teks prosedur, kamu bisa memberikan ulasan singkat, tips tambahan, atau kata-kata penyemangat agar pembaca sukses mempraktikkan panduan tersebut.
Contoh Teks Prosedur
Agar semakin paham dan jelas, berikut adalah 2 contoh teks prosedur yang bersifat sederhana dan kompleks.
1. Contoh teks prosedur sederhana
Resep Puding Coklat
Bahan:
- 1 bungkus puding rasa coklat
- 250 gr gula pasir
- 800 ml air putih
Alat:
- Panci
- Sendok
- Cetakan
Cara Membuat:
- Tuangkan 1 bungkus puding rasa cokelat, gula pasir, dan air putih ke dalam panci, lalu aduk hingga merata.
- Letakkan panci di atas kompor yang sudah menyala, aduk-aduk, dan masak hingga mendidih.
- Selanjutnya, masukkan puding ke dalam cetakan dan diamkan selama 30 menit.
- Teakhir, masukkan puding ke dalam kulkas, setelah itu puding siap siap dinikmati.
2. Contoh teks prosedur kompleks
Panduan Mengurus Pindah Sekolah
Persyaratan:
- Surat Keterangan Pindah dari sekolah asal.
- Surat Berkelakuan Baik dari sekolah asal.
- Surat Keterangan atau Formasi Kelas dari sekolah tujuan.
- Surat Rekomendasi dari Dinas Pendidikan atau Balai Kabupaten asal.
- Fotokopi Ijazah terakhir dan raport.
- Surat Keterangan Bebas Narkoba dari Rumah Sakit atau Laboratorium Kesehatan.
Alur Pengurusan:
- Lakukan survei dan pastikan sekolah tujuan memiliki kuota cukup dan bersedia menerima siswa baru.
- Urus dan lengkapi semua dokumen persyaratan di sekolah asal dan rumah sakit.
- Bawa berkas-berkas tersebut ke Dinas Pendidikan kota/kabupaten asal untuk mendapatkan surat rekomendasi resmi.
- Serahkan semua berkas yang sudah lengkap ke sekolah tujuan.
- Selesaikan segala kewajiban di sekolah baru, seperti pembayaran seragam, buku, dan sebagainya.
- Siap menuntut ilmu di sekolah baru.
Nah, itulah penjelasan mengenai ciri-ciri atau karakteristik teks prosedur, lengkap dengan kaidah kebahasaan, struktur penulisan, dan dua contohnya. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman seputar teks prosedur semakin bertambah, ya!

Tuliskan Komentar