4 Rekomendasi Buku Antologi Fiksi untuk Pembaca Pemula

Antologi fiksi merupakan kumpulan karya tulis pilihan yang bersifat rekaan atau imajinatif pilihan dari satu orang atau beberapa penulis. Jenis buku ini sangat cocok kamu jadikan teman mengisi waktu luang daripada hanya menelusuri media sosial.
Pada umumnya, antologi fiksi terbagi menjadi dua kategori yaitu antologi cerpen dan antologi puisi. Sama seperti novel, jenis karya ini juga memiliki beberapa genre, seperti romansa, horor, fiksi ilmiah, fantasi, komedi, hingga misteri.
4 Rekomendasi Buku Antologi Fiksi untuk Pembaca Pemula
Melalui artikel ini, kita akan memberikan tujuh rekomendasi buku antologi fiksi yang dapat menghangatkan hati dan menyegarkan pikiranmu. Semoga setelah membaca tulisan ini, teman-teman pecinta literasi bisa menemukan bacaan yang menarik dan menginspirasi. Mari kita mulai dengan rekomendasi buku pertama berikut ini:
1. Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku – J.S. Khairen (2025)
Rekomendasi buku antologi fiksi yang pertama datang dari penulis kondang asal Sumatera Barat, yakni J.S. Khairen yang berjudul “Hal yang Tak Kau Bawa Pergi Saat Meninggalkanku”. Buku ini merupakan pilihan yang sangat cocok bagi kamu yang baru mulai membaca karya fiksi.
Dengan mengangkat tema yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, pembaca akan mudah terhubung dengan cerita atau karakter dalam buku ini. Tema-tema yang penulis angkat antara lain, percintaan, kenangan masa lalu, dan potongan peristiwa sederhana yang sering kali kita alami di dunia nyata.
Antologi fiksi ini menghimpun 28 cerita pendek yang setiap kisahnya berdiri sendiri. Artinya, kamu bebas membaca dari halaman mana saja secara acak tanpa perlu takut bingung dengan alur ceritanya.
Karena setiap cerita ditulis dengan ringkas, kamu dapat menyelesaikannya hanya dalam sekali duduk atau bahkan beberapa menit. Fokus utama buku ini adalah berbagai hal kecil yang terkadang meninggalkan kesan mendalam setelah sebuah hubungan usai. Misalnya, aroma minyak wangi yang masih melekat, tiket bioskop lama, atau sekadar harapan-harapan sederhana yang pernah ada.
Membaca karya ini akan membawamu melewati berbagai perasaan, mulai dari kesedihan serta kerinduan hingga momen yang membuat kamu tersenyum bahagia. Kamu bisa menjumpai beragam emosi tersebut tanpa harus merasa lelah atau terjebak dalam cerita yang terlalu berat. Dengan begitu, buku ini bisa kamu nikmati di sela-sela kesibukan sehari-hari.
2. Kisah dari Halaman Belakang – Wacaku (2023)
Rekomendasi buku antologi fiksi yang kedua yakni berjudul “Kisah dari Halaman Belakang” hasil kolaborasi antara Wacaku dan Roomansa. Buku yang terbit pada 2023 ini, merangkum 30 cerita pendek hasil lomba menulis bertema Ibu. Selain berisi berbagai kisah menyentuh dan menghangatkan hati, buku ini juga mengandung cerita yang mampu menguras emosi pembaca.
Keunggulan utama buku ini terletak pada keanekaragaman sudut pandang yang ditawarkan. Setiap penulis memberikan perspektif yang berbeda mengenai sosok seorang Ibu. Tema-temanya juga sangat lekat dengan kehidupan kita, sehingga saat membaca buku ini terkesan sangat nyata dan gampang untuk membayangkannya.
Pemakaian kata “Halaman Belakang” pada judul memiliki fungsi sebagai metafora untuk berbagai aspek yang bersifat pribadi dan sering kali tak terlihat dari pandangan orang lain. Lewat perumpamaan tersebut, buku ini ingin mengungkap sisi-sisi terdalam dari sebuah relasi dan perasaan yang mungkin jarang kita utarakan secara terbuka.
Bagi kamu yang mulai tertarik dengan dunia literasi, khususnya sastra Indonesia, antologi cerpen ini dapat menjadi pilihan yang tepat untuk merenung. Dengan gaya bahasa yang ringan, karya ini dapat membantumu untuk memahami berbagai fenomena sosial dan emosi manusia secara mudah.
3. Makhluk Tuhan Paling Sensi – Suci Syahira Fauzi (2025)

Rekomendasi buku antologi fiksi yang ketiga ini baru dirilis beberapa bulan yang lalu, tepatnya September 2025. Buku “Makhluk Tuhan Paling Sensi” merupakan karya pertama Suci Syahira Fauzi bersama penerbit Mediakita.
Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu memahami bahwa judul unik ini bukanlah label untuk kelompok tertentu. Namun, sebuah judul artistik yang mewakili keseluruhan isi dari karya sastra ini dan menjadi unsur pemikat yang membuat orang-orang penasaran.
Memiliki tebal 146 halaman, buku ini menghimpun berbagai bentuk tulisan, seperti puisi, prosa pendek, percakapan, hingga kutipan. Dengan mengusung tema pengalaman hidup perempuan serta hubungan spiritual manusia dengan Sang Pencipta, tema-tema dalam buku ini terasa eksentrik tapi tetap akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Daya tarik utama dari buku ini adalah keberanian penulis dalam menyinggung berbagai hal dalam masyarakat yang selama ini dianggap tabu. Agar suasana tidak terlalu suram atau melankolis, penulis membalutnya dengan gaya humor yang ringan dan segar. Dengan demikian, pembaca dapat menikmati alur serta pesan yang disampaikan dengan santai.
Salah satu keunikan dari buku ini dan membedakannya dengan buku antologi lain yaitu cara membacanya dari belakang atau sisi kanan. Konsep tak lazim ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda dan seru, sangat cocok untuk kamu yang bosan dengan sesuatu yang terlalu biasa.
4. Mari Bercerita Lewat Kata – Renjana Kala Senja (2024)
Terakhir, rekomendasi buku antologi fiksi dari penerbit Detak Pustaka. Karya pertama dari penulis asal Jakarta ini dapat mewakili berbagai perasaan dan pengalaman yang terkadang sulit untuk kita ungkapkan.
Banyak di antara kita yang merasakan sesuatu yang mendalam di relung hati dan pikiran. Namun, di satu sisi kita bingung bagaimana cara mengutarakannya kepada orang lain.
“Mari Bercerita Lewat Kata” mengulas dinamika emosi manusia. Mulai dari suka cita jatuh cinta, hangatnya kasih sayang, kerinduan yang terpendam, hingga lunturnya sebuah rasa. Setiap cerita ditulis dengan indah dan mampu menyentuh sisi emosional pembaca yang pernah mengalami peristiwa serupa, namun terkubur begitu saja.
Renjana Kala Senja tidak hanya menyuguhkan kumpulan cerita pendek, namun juga terdapat beberapa puisi, sajak, hingga narasi-narasi lain. Oleh karena itu, saat membaca setiap halaman buku ini terasa seperti menyusuri sebuah galeri kenangan. Penulis tidak membatasi diri pada satu bentuk tulisan saja, melainkan memberi ruang bagi pembaca untuk memilih cara menikmati isi buku tersebut.
Penulis berharap buku ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang menikmatinya. Semoga setiap kata maupun kalimat di dalamnya dapat menggambarkan perasaan yang selama ini tertutup rapat. Semoga karya ini dapat memberikan manfaat serta ketenangan bagi kita semua yang membacanya.
Nah, itulah tujuh rekomendasi buku antologi fiksi dari berbagai penerbit yang dapat kita jadikan bahan bacaan di kala senggang. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman bisa jadikan referensi untuk bacaan kalian di waktu senggang, ya!
Bagi kamu yang punya naskah antologi fiksi, baik itu cerpen maupun puisi tapi masih bingung akan menerbitkannya di mana, kami merekomendasikan penerbit Detak Pustaka. Dengan bantuan tim yang profesional dan berpengalaman, kami akan membantu meningkatkan kualitas naskahmu menjadi buku antologi fiksi yang layak bersaing di pentas buku nasional.
Jika kamu menggunakan jasa penerbitan dari Detak Pustaka, naskahmu tidak hanya sekadar dicetak, namun juga dijaga agar setiap diksi dalam puisi dan setiap alur dalam cerpenmu mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.
Tunggu apa lagi? Pesan jasa kami sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kontak berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.

Tuliskan Komentar