Deskripsi
Untukmu, Ayah adalah memoar tentang cinta seorang ayah yang jarang diucapkan, tetapi hidup dalam kerja keras, doa, dan pengorbanan yang sunyi.
Kisah ini berawal dari sebuah badai keluarga yang datang ketika penulis baru hendak memasuki masa SMA. Di usia yang seharusnya dipenuhi cerita tentang sekolah baru, seragam putih abu-abu, dan mimpi remaja, hidup justru membawanya pada kehilangan. Keluarga yang berubah bentuk, rumah yang tak lagi sama, dan hari-hari yang harus dijalani dengan banyak hal yang ditahan diam-diam.
Di tengah keadaan yang nyaris runtuh, Ayah tetap berdiri. Dengan tubuh yang lelah dan tangan yang akrab dengan tanah serta batu bata, ia berjuang agar anaknya tetap bisa sekolah. Dari sanalah kisah ini bergerak. Berawal dari seragam bekas dua puluh ribu rupiah, tunggakan yang membuat malu, doa yang tidak pernah putus, hingga tekad seorang anak untuk membuktikan bahwa keterbatasan tidak harus menjadi akhir dari masa depan.
Namun Untukmu, Ayah bukan hanya kisah tentang kemiskinan, luka keluarga, atau keberhasilan berangkat ke Jepang. Ini adalah kisah tentang bagaimana pendidikan pelan-pelan membuka pintu yang dulu terasa tertutup rapat. Tentang seorang anak yang belajar bahwa prestasi bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan cara sederhana untuk mengatakan kepada Ayah bahwa perjuanganmu tidak pernah sia-sia. Dari rumah yang hilang hingga mimpi yang akhirnya terbang, buku ini menjadi persembahan bagi sosok Ayah, laki-laki yang mungkin tidak selalu banyak bicara, tetapi seluruh hidupnya menjadi bahasa cinta yang paling nyata.
Jumlah Halaman:





Ulasan
Belum ada ulasan.