Deskripsi
Dapatkah manusia sungguh mengenal Tuhan tanpa merasa telah memiliki-Nya? Manusia membutuhkan nama, bahasa, doktrin, dan konsep untuk berbicara tentang Tuhan, karena tanpanya, iman kehilangan arah. Namun persoalan muncul ketika pegangan itu perlahan berubah menjadi genggaman: ketika “inilah yang saya percaya tentang Tuhan” diam-diam berubah menjadi “hanya seperti inilah Tuhan mungkin ada.” Di titik itulah konsep yang semula menolong iman berubah menjadi berhala. Tuhan Melampaui Definisi mengajak pembaca menelusuri persoalan ini bersama Jean-Luc Marion: bagaimana Tuhan dapat dipenjarakan dalam kategori metafisika, dan bagaimana ikon menawarkan cara melihat yang berbeda, dengan mengenal tanpa menganggap telah selesai mengenal. Buku ini tidak mengajak pembaca meninggalkan konsep atau keyakinan, melainkan menjaga bahasa iman tetap menunjuk melampaui dirinya, seperti papan penunjuk menuju tujuan yang jauh lebih besar dari kata-kata itu sendiri. Dari kritik atas berhala konseptual, buku ini bergerak menuju jalan mistik cinta, lalu lewat perjumpaan Marion dengan Dorothee Sölle, menuju mistik cinta yang publik: spiritualitas yang membuka mata terhadap penderitaan, ketidakadilan, dan kehidupan masyarakat majemuk Indonesia, hingga ke pertanyaan bagaimana gereja bisa menjadi sahabat peziarahan, bukan sekadar penjaga doktrin.
Buku ini mengajak kita berbicara tentang Tuhan dengan lebih bertanggung jawab: percaya tanpa memiliki, teguh tanpa menutup diri dari koreksi, mencintai tanpa menjadikan nama-Nya pembenaran bagi ego kita sendiri.






Ulasan
Belum ada ulasan.