Buku Sastra di Asmaraloka

Rp 52,000

Sastra di Asmaraloka Setiap cinta punya takdirnya sendiri. Namun tidak semua hatidiberi keberanian untuk mengakuinya.

Sastra, seorang penulis yang hidup di antara sunyi dan gema masa lalu, kembali menata langkah ketika perjalanan hidup menuntunnya bertemu cinta dalam berbagai wajah cinta yang hadir sebagai cahaya, sebagai luka, juga sebagai pengingat bahwa hati manusia tidak pernah sederhana.

Pesan via WhatsApp
Kategori: ,

Deskripsi

Sastra di Asmaraloka Setiap cinta punya takdirnya sendiri. Namun tidak semua hatidiberi keberanian untuk mengakuinya. Sastra, seorang penulis yang hidup di antara sunyi dan gema masa lalu, kembali menata langkah ketika perjalanan hidup menuntunnya bertemu cinta dalam berbagai wajah cinta yang hadir sebagai cahaya, sebagai luka, juga sebagai pengingat bahwa hati manusia tidak pernah sederhana.

Di Asmaraloka, ia belajar bahwa kasih bukan soal siapa yang datang pertama, melainkan siapa yang tetap tinggal ketika dunia runtuh pelan-pelan. Di tengah riak ingatan dan pilihan yang meremukkan hati, Sastra menuliskan puisi yang menjadi saksi bisu perjalanannya:

“Jika cinta adalah jalan, maka aku adalah pejalan yang tersesat di antara tanda arah yang semuanya menjanjikan pulang. Dan aku takut … pada hari ketika semua bayang itu pergi, menyisakanku sebagai satu-satunya yang tidak tahu ke mana hati harus kembali. Jika cinta adalah perjalanan, maka aku adalah pejalan yang tak pernah berhenti belajar pulang.”

Dan ketika lembar hidupnya berputar kembali, Sastra menyadari bahwa dalam Asmaraloka dunia tempat cinta dipertemukan sekaligus dipisahkan ia sedang belajar melepas tanpa kehilangan dirinya sendiri: “Ada hati yang kupaksa mengejar langit, namun ia selalu pulang pada bumi yang tenang. Mungkin cinta bukan tentang ketinggian, melainkan tentang siapa yang bersedia menjadi rumah untuk tempat pulang.”

Novel ini adalah perjalanan seorang lelaki yang jatuh, bangkit, mencinta, kehilangan, dan menemukan kembali cahaya di dalam dirinya. Sastra di Asmaraloka adalah kisah tentang hati yang tak pernah berhenti berpuisi bahkan ketika dunia memintanya diam.

Penulis: Gusti S.

Jumlah Halaman: 156

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Sastra di Asmaraloka”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🚚
Pengiriman Cepat
JNE, J&T, SiCepat
💳
Bayar Aman via Tripay
BCA, BRI, QRIS, OVO, ShopeePay
📚
Buku Original
Langsung dari penerbit
💬
Customer Service
WA: 0857-1020-4409
Penulis Detak Pustaka?
Cek royalti, status naskah, dan laporan penjualan buku Anda di dashboard penulis.
Buka Dashboard