Deskripsi
Sebab cinta yang paling tenang, adalah cinta kepada-Nya.
Kumpulan puisi ini bukan sekadar kata-ini adalah napas hati yang belajar berserah.
Tentang cinta yang mengakar pada keimanan, harapan yang tak pernah putus, dan ketenangan yang hanya ditemukan saat jiwa dekat dengan-Nya.
Lewat bait-bait sederhana, pembaca diajak menyelami makna rindu yang suci: rindu untuk kembali, rindu untuk berserah, rindu untuk dekat dengan Dia.
Jika hatimu sedang lelah mencari pegangan, mungkin inilah saatnya kau biarkan rindu itu tumbuh-dan menguatkan langkahmu.
Penulis: Eka Sulistyana, S.Pd
Jumlah Halaman: 48





Ulasan
Belum ada ulasan.