Deskripsi
Selama ini, kebijakan publik sering kali dipandang secara dingin sebagai tumpukan regulasi, prosedur administratif, dan instrumen hukum yang teknokratis. Namun, buku ini menantang cara pandang tersebut dengan mengajukan satu pertanyaan mendasar: mengapa kebijakan yang secara normatif tampak sempurna sering kali kandas atau menghadapi penolakan keras di lapangan?
Jawabannya terletak pada dimensi yang sering terabaikan, yakni manusia. Melalui lensa psikologi, penulis membedah bahwa kebijakan tidak pernah bekerja di ruang hampa; ia bersentuhan langsung dengan emosi, persepsi, nilai, trauma, hingga keterbatasan rasionalitas masyarakat.
Buku ini membawa kita menyelami dinamika di balik layar kekuasaan, mulai dari pola intervensi perilaku pada Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan resiliensi pascabencana di Sumatra, hingga refleksi psikologi kolektif dalam aksi demonstrasi. Dengan pendekatan yang humanis, karya ini menjadi pengingat penting bagi para pengambil kebijakan, akademisi, dan praktisi bahwa keberhasilan sebuah program negara tidak hanya ditentukan oleh tertib administrasi, melainkan oleh sejauh mana kebijakan tersebut mampu memahami jiwa dan martabat manusia sebagai inti dari seluruh prosesnya.
Jumlah Halaman: 170





Ulasan
Belum ada ulasan.