Deskripsi
Sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Nusantara, pesantren tidak hanya berdiri sebagai pusat penjaga tradisi keilmuan Islam dan kaderisasi ulama. Lebih dari itu, di tengah realitas bangsa Indonesia yang majemuk, pesantren memiliki akar historis dan kultural yang kuat untuk tampil sebagai inkubator moderasi beragama dan laboratorium harmoni sosial, Namun, bagaimana pesantren merespons arus globalisasi dan tantangan polarisasi di era modern tanpa kehilangan jati dirinya?
Buku ini menyajikan analisis komprehensif mengenal perjalanan, peran, dan masa depan pesantren dalam bingkai pendidikan multikultural. Pembaca akan diajak menyelami bagaimana nilai-nilai kepesantrenan diintegrasikan dengan kesadaran inklusif untuk merawat keindonesiaan. Di dalamnya dikupas tuntas aspek-aspek krusial, seperti:
- Akar Historis & Transformasi Pesantren: Perjalanan dinamis pesantren dari era tradisional hingga adaptasinya di ruang modern.
- Kurikulum Berbasis Moderasi: Strategi menanamkan nilai nilai toleransi, keadilan (odolah) dan keseimbangan (towazun) di lingkungan santri yang heterogen.
- Kepemimpinan Kiai & Dinamika Sosial: Peran sentral figur kiai dalam menavigasi dinamika sosial-keagamaan serta membentengi komunitas. dari radikalisme.
Memadukan landasan teoretis yang kokoh dengan studi kasus serta analisis kebijakan, buku ini menjadi referensi wajib bagi para akademisi, pengelola lembaga pendidikan, pembuat kebijakan, serta siapa saja yang peduli pada masa depan pendidikan Islam yang inklusif, damai, dan berkemajuan di Indonesia.






Ulasan
Belum ada ulasan.