Buku Perjalanan Panjang dari Mendawai

Rp 75,000

Aku tumbuh di rumah nenek, rumah panggung tua dari kayu ulin yang meski telah dimakan usia, tetap berdiri tegar. Di situlah segalanya dimulai. Ketika kawan-kawanku masih dibacakan dongeng sebelum tidur, aku sudah belajar memahami apa arti ditinggalkan. Ibu pergi meninggalkan kami ketika adikku lahir. Bapak menyusul pergi menghadap Ilahi, saat aku duduk di bangku sekolah dasar. Namun, hidup harus terus berjalan, dan tak memberi waktu untuk bertanya, “Mengapa?”

Pesan via WhatsApp
Kategori:

Deskripsi

Aku tumbuh di rumah nenek, rumah panggung tua dari kayu ulin yang meski telah dimakan usia, tetap berdiri tegar. Di situlah segalanya dimulai. Ketika kawan-kawanku masih dibacakan dongeng sebelum tidur, aku sudah belajar memahami apa arti ditinggalkan. Ibu pergi meninggalkan kami ketika adikku lahir. Bapak menyusul pergi menghadap Ilahi, saat aku duduk di bangku sekolah dasar. Namun, hidup harus terus berjalan, dan tak memberi waktu untuk bertanya, “Mengapa?”

Jika kelak seseorang bertanya, “Dari mana kau berasal?” Maka aku akan menjawab, “Dari Sungai Arut yang mengajariku berenang melawan arus. Dari dapur kayu yang menghangatkan tubuh dan tekadku. Dari seorang nenek yang tak pernah membiarkanku patah, bahkan saat dunia retak perlahan.”

Buku ini bukan saja cerita tentang luka dan kehilangan, namun lebih dari itu, buku ini lahir dari cinta dan pengorbanan seorang nenek yang begitu tulus menyayangi dan melindungi cucunya dengan tangan yang renta dari beratnya dunia.

Penulis: Riska Agustina

Jumlah Halaman: 285

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Buku Perjalanan Panjang dari Mendawai”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🚚
Pengiriman Cepat
JNE, J&T, SiCepat
💳
Bayar Aman via Tripay
BCA, BRI, QRIS, OVO, ShopeePay
📚
Buku Original
Langsung dari penerbit
💬
Customer Service
WA: 0857-1020-4409
Penulis Detak Pustaka?
Cek royalti, status naskah, dan laporan penjualan buku Anda di dashboard penulis.
Buka Dashboard