Deskripsi
Pernahkah kamu merasa telah “berjalan jauh” dalam agama, namun hatimu tetap terasa hampa dan keras membatu?
Hari-hari habis untuk scrolling konten agama, membagikan quotes motivasi Islam, dan mengoleksi kitab di rak buku. Namun di saat yang sama, second account-mu masih bergerilya dalam maksiat, dahi jarang menyentuh sajadah di sepertiga malam, dan rasa sombong perlahan merayap membuatmu merasa lebih baik dari orang lain.
Selamat datang di dunia Penuntut Halu.
Generasi aneh, yang mewarisi ribuan nasihat ulama di ponselnya, tapi tak tercermin dalam kesehariannya. Generasi yang sibuk membagikan video kajian, tapi miskin amalan.
Buku ini membongkar borok-borok spiritual yang jarang kita akui: dari sisi gelap kesalehan digital, ilusi kompetensi, sindrom Know-It-All (sok tahu), hingga krisis adab yang membuat masyarakat nir-simpati terhadap pegiat dakwah.
Tak sekadar mendiagnosis penyakit hati, buku ini membekalimu dengan formula pemulihan konkret: cara membangun konsistensi, memilih guru, menata kurikulum belajar, dan menyembuhkan jiwa yang telah bergelimang dosa.
Apakah kamu akan tetap terlena dengan ilusi kesalehan semu, atau bangkit dan melangkah meskipun harus tertatih?
Mari menjadi sebenar-benar Penuntut Ilmu, bukan sekadar Penuntut Halu.






Ulasan
Belum ada ulasan.