Deskripsi
Nara tidak sedang mencari cinta. Ia hanya ingin melupakan luka yang pernah membuatnya kehilangan arah. Tapi siapa sangka, lelaki menyebalkan yang merebut tempat duduk di bis kota justru membuka pintu pulang yang tak pernah ia duga.
Sena hadir bukan dengan janji manis, tapi dengan gombalan receh, bantuan-bantuan kecil, dan kehadiran yang tak pernah absen. Di antara tawa, marah, dan air mata, Nara menyadari bahwa pulang bukan soal tempat. Tapi siapa yang menanti, meski tanpa diminta.
Penulis: Seekor Ikan
Jumlah Halaman: 151





Ulasan
Belum ada ulasan.