Deskripsi
Kemandirian bukanlah sebuah kemampuan yang lahir secara instan, melainkan sebuah proses kompleks yang dibentuk oleh ekosistem yang inklusif. Buku ini mengupas tuntas realitas empiris mengenai dinamika kemandirian santri tunanetra dari berbagai dimensi: emosional, perilaku, sosial, hingga nilai dan spiritual.
Pembaca akan diajak menyelami bagaimana kurikulum fungsional seperti OMSK (Orientasi Mobilitas, Sosial, dan Komunikasi), praktik kewirausahaan inklusif, hingga aktivitas olahraga adaptif mampu mengeskalasi rasa percaya diri dan mereduksi kecemasan sosial santri. Tidak menutup mata dari realitas, buku ini juga membahas tantangan nyata berupa keterbatasan sarana teknologi aksesibel hingga adaptasi berat yang dihadapi santri adventitious (tunanetra setelah lahir).
Disajikan dengan pendekatan teoretis yang kuat namun dikemas dengan narasi yang mengalir, buku ini menjadi referensi penting bagi praktisi pendidikan luar biasa, pengelola kebijakan inklusi, sosiolog, maupun masyarakat umum yang peduli pada isu disabilitas.






Ulasan
Belum ada ulasan.