Deskripsi
Ada saat ketika apa yang masuk akal justru bertentangan dengan apa yang Tuhan kehendaki. Ada saat ketika ketakutan, keraguan, tekanan, dan keadaan yang tidak kita pilih memaksa kita berdiri di persimpangan. Kita ingin memastikan semuanya aman sebelum melangkah, tetapi iman justru sering menuntut kita berjalan ketika arah di depan belum sepenuhnya terlihat.
Memilih dalam Badai mengajak pembaca menyusuri pergumulan tokoh-tokoh Alkitab ketika mereka menghadapi pilihan-pilihan sulit: antara logika dan ketaatan, antara rasa takut dan keberanian, antara mempertahankan apa yang nyaman dan mempercayai jalan yang Tuhan tunjukkan. Kisah-kisah mereka memperlihatkan bahwa orang beriman pun dapat mengalami keraguan, kehilangan, tekanan, dan ketidakpastian. Ketaatan tidak selalu hadir bersama kepastian, dan iman tidak selalu berarti memiliki semua jawaban terlebih dahulu.
Melalui pergumulan tersebut, pembaca diajak bercermin pada pilihan-pilihan dalam kehidupan sendiri. Ketika logika berkata berhenti, tetapi iman mengajak melangkah, apa yang sebenarnya sedang kita pertaruhkan? Ketika hubungan retak, masa depan terasa tidak pasti, dan keadaan memaksa kita menghadapi hal-hal yang tidak pernah kita minta, kepada siapa kita akan mempercayakan arah hidup? Sebab, terkadang, badai bukan datang untuk menunjukkan bahwa kita salah memilih. Badai justru menguji apakah kita tetap percaya kepada Tuhan ketika pilihan yang harus diambil tidak mudah, jalan yang ditempuh penuh risiko, dan jawabannya belum terlihat.
Memilih dalam Badai adalah ajakan untuk belajar memilih bukan hanya berdasarkan apa yang tampak masuk akal, tetapi dengan keberanian untuk taat, percaya, dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.






Ulasan
Belum ada ulasan.