Deskripsi
Sebuah kecerdasan buatan dapat mengolah miliaran data, merangkum ribuan buku filsafat, dan menjelaskan teori-teori psikologi paling kompleks. Namun ketika ditanya tentang makna hidupnya sendiri, ia terdiam. Dari keheningan itulah buku ini lahir.
Luka, Makna, dan Eudaimonia dalam Psikologi Eksistensial mengajak pembaca memasuki pertanyaan-pertanyaan yang paling mendasar tentang keberadaan manusia, pertanyaan yang tidak akan pernah selesai dijawab oleh algoritma mana pun. Mengapa kita terluka? Apa yang kita cari di balik setiap pilihan? Dan apakah mungkin menjalani hidup yang baik di tengah penderitaan yang tidak bisa dihindari? Melalui psikologi eksistensial, narasi fiksi, dan refleksi spiritual, buku ini menelusuri luka sebagai potensi transformasi, makna sebagai sesuatu yang harus ditemukan sendiri, dan eudaimonia sebagai arah perjalanan, bukan garis akhir.
Buku ini tidak menawarkan jawaban final. Ia menawarkan sesuatu yang lebih berharga, yaitu keberanian untuk hidup bersama pertanyaan yang paling dalam, tanpa terburu-buru menutupnya dengan jawaban yang mudah.






Ulasan
Belum ada ulasan.