Deskripsi
Dunia logistik udara global saat ini berada di persimpangan jalan antara pertumbuhan volume yang masif dan krisis efisiensi yang sistemik. Di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi saksi betapa fragmentasi informasi dan lemahnya koordinasi antaraktor telah menciptakan hambatan operasional yang nyata. Buku ini hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut dengan menawarkan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan Agent-Based Modeling (ABM), Business Process Reengineering (BPR), serta perspektif Autonomous Supply Chain (ASC) dan Graph-Based Digital Twin (GBDT).
Melalui narasi yang mendalam, penulis mengajak pembaca menyelami anatomi kompleksitas proses bisnis kargo udara, mulai dari peran krusial freight forwarder sebagai orkestrator digital hingga transformasi otoritas kepabeanan dalam mendukung sistem clearance yang adaptif. Buku ini membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar adopsi teknologi, melainkan perubahan struktur relasi berbasis kepercayaan (trust) dan koordinasi informasi.
Pembaca akan melihat bagaimana transformasi digital mampu menghasilkan penurunan lead time hingga lebih dari 50% dan peningkatan pemenuhan SLA dari 42% menjadi 92%, yang sepenuhnya dicapai melalui perbaikan koordinasi digital, bukan hanya penambahan kapasitas fisik. Buku ini dapat menjadi panduan strategis bagi para regulator, operator bandara, dan pelaku industri untuk memimpin perubahan menuju ekosistem logistik yang tangguh, cerdas, dan kompetitif di kancah dunia.






Ulasan
Belum ada ulasan.