Deskripsi
Buku Literasi Kewargaan: Membangun Demokrasi, Karakter, dan Identitas Nasional hadir sebagai refleksi kritis sekaligus panduan komprehensif dalam memahami makna kewargaan di tengah dinamika global dan disrupsi digital. Di era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada kesadaran, buku ini menegaskan bahwa menjadi warga negara tidak cukup hanya mengetahui, tetapi juga harus mampu berpikir kritis, berpartisipasi aktif, dan bertindak secara etis dalam kehidupan publik.
Melalui pembahasan yang sistematis, buku ini menguraikan literasi kewargaan sebagai kompetensi multidimensional yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan disposisi kewargaan. Berbagai topik strategis dikupas secara mendalam, mulai dari konsep dasar kewargaan, peran Pancasila sebagai fondasi ideologis, identitas nasional dalam bingkai keberagaman, sistem ketatanegaraan, hingga dinamika demokrasi, hak asasi manusia, dan partisipasi warga negara. Tidak berhenti di sana, buku ini juga menyoroti isu-isu kontemporer seperti literasi digital, disinformasi, krisis lingkungan, hingga tantangan kewargaan di era kecerdasan buatan.
Lebih dari sekadar buku teks, karya ini merupakan ajakan intelektual—bahwa kewargaan adalah praktik hidup, bukan sekadar konsep. Melalui integrasi antara pemahaman teoritis dan praktik sosial, buku ini mendorong pembaca untuk menjadi warga negara yang reflektif, inklusif, dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, buku ini bukan hanya berbicara tentang bagaimana memahami negara, tetapi bagaimana merawatnya—dengan nalar, dengan karakter, dan dengan tindakan nyata. Sebab demokrasi tidak lahir dari ruang kosong, tetapi dari warga yang sadar, kritis, dan berani terlibat.
Jumlah Halaman: 254





Ulasan
Belum ada ulasan.