Deskripsi
Sering kali manusia terikat oleh cara berpikir dan pola hidup yang sebenarnya ‘tidak’ ia kehendaki. Ia sadar bahwa ada sesuatu yang perlu diubah, ia rindu keluar dari keadaan itu, tetapi langkah menuju perubahan sering kali terasa berat dan tidak mudah. Hati ingin berjalan menuju terang, namun manusia lama dalam diri masih berusaha menahan langkah.
Buku ini lahir dari pergumulan yang serupa. Melalui pengalaman dan perenungan iman, penulis mengajak setiap pembaca untuk berjalan dalam sebuah perjalanan rohani: meninggalkan “manusia lama” dan belajar hidup sebagai manusia baru. Sebuah perjalanan untuk bertumbuh dalam iman, semakin dekat dengan Tuhan, dan menemukan hidup yang dipulihkan oleh kasih karunia-Nya. Kalau akarnya pahit, buahnya pun akan pahit.
Seperti anggur yang baru tidak bisa dimasukkan ke dalam kantong yang lama. Kalau dipaksakan, kantong itu akan robek dan anggurnya terbuang. Ini bukan sekadar perumpamaan sederhana, ini gambaran hidup kita. Tuhan mau mencurahkan anggur yang baru, hidup yang baru, hati yang baru, panggilan yang baru, kasih karunia yang baru, tetapi Dia tidak bisa menuangkannya ke dalam hati yang masih penuh luka lama, kepahitan lama, trauma lama, dan dosa yang belum dilepaskan.
Melalui setiap halaman buku ini, pembaca diajak untuk datang dengan hati yang terbuka di hadapan Tuhan, belajar melepaskan apa yang lama, dan membiarkan Dia membentuk hidup yang baru. Kiranya perjalanan ini menolong setiap pembaca untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan dan mengalami pembaruan hidup oleh kasih-Nya. Selamat membaca.
Jumlah Halaman: 207





Ulasan
Belum ada ulasan.