Deskripsi
Di sebuah kampung nelayan yang tenang, masjid tua tanpa kubah adalah jantung kehidupan warganya. Bertahun-tahun mereka menabung, mengumpulkan koin demi koin dari hasil melaut yang tak seberapa, hanya demi satu impian: melihat kubah megah berdiri di atas rumah Tuhan.
Namun, kedamaian itu pecah saat sebuah kapal besar dari Jawa bersandar secara misterius di dermaga. Bersamaan dengan itu, kotak uang pembangunan masjid raib tanpa jejak. Fitnah mulai menjalar, kecurigaan antarwarga memanas, dan persaudaraan lintas iman yang telah lama terjaga pun mulai goyah.
Ode dan Arman, dua saltabat yang tak sengaja terseret ke dalam pusaran konspirasi, harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dari gubuk reyot seorang Kakek Tua yang menyimpan barang-barang hilang, hingga jejak-jejak gelap di hutan kelapa, mereka menyadari bahwa pencuri uang itu bukanlah orang sembarangan
Ada “api dalam jerami vang sengaja dinyalakan untuk menghancurkan kampung mereka. Mampukah Ode dan Arman mengungkap siapa sebenarnya “Bos” di balik kapal misterius itu sebelum seluruh kampung terpecah belah? Ataukah kubah masjid itu akan selamanya menjadi impian yang karam di dasar laut?
“Kapal itu bukan sembarang kapal. Katakan pada Haji Ramlan, mereka datang dengan tujuan.”
Jumlah Halaman: 150





Ulasan
Belum ada ulasan.