Deskripsi
Kini bukan hanya darah yang berlumuran di atas teras yang sering kali kupijak. Di satu atap namun tak saling mendekap, terikat tapi bersekat. Ini cerita tentang rumah yang berbeda, Menjadi konflik batin disetiap harinya, mencari ketenangan agar kewarasan tetap terjaga. Dahulu sempat hangat, perbincangan di ruang tamu seringkali ada disetiap malam. Bertanya terkait apa saja yang terjadi di hari ini. Jauh sebelum Ibu pergi kembali ke Surga. Kini yang tersisa hanya puing-puing kesedihan, beralaskan air mata, dengan gemuruh yang tak kunjung mereda. Dingin yang sangat terasa menusuk ke tubuh ini.
“Bu, tolong aku kedinginan”
Penulis: Miftahul Rizqi
Jumlah Halaman: 90





Ulasan
Belum ada ulasan.