Deskripsi
Belitung, 1995
Fajar (13 tahun) menemukan anak perempuan yang pingsan di bangku taman saat hujan deras. Dia tidak tahu dari mana asalnya. Tidak tahu bahwa malam itu akan mengubah seluruh hidupnya.
Dia membangun dunia untuk mereka berdua. Istana yang tidak ada di peta manapun. Istana yang dinding-dindingnya digambari oleh tangan kecil yang tidak tahu bahwa orang yang melindunginya sedang menyimpan sesuatu yang tidak akan pernah dia ucapkan.
Tujuh belas tahun Fajar menjaga Senja — dari usia enam sampai dua puluh tiga, dari tempat kumuh sampai ke kursi wisuda, dari anak yang tidak punya siapa-siapa menjadi perempuan yang bisa berdiri sendiri. Dan di setiap tahun dari tujuh belas tahun itu, ada sesuatu yang tumbuh di dada Fajar. Sesuatu yang tidak boleh dia beri nama. Sesuatu yang hanya dia tulis di kertas-kertas bekas di malam-malam sendirian, dengan huruf-huruf yang diajarkan oleh orang yang sama yang membuatnya perlu menulis.
Ini bukan kisah cinta yang kau kenal.
Tidak ada bunga. Tidak ada janji. Tidak ada pengakuan. Yang ada: nasi yang dimasak sebelum fajar. Tikar yang meringkuk memberi ruang. Satu pengorbanan yang berpindah tempat tanpa ada yang tahu.
Istana Kardus adalah tentang cinta yang terlalu besar untuk kata-kata —tidak bisa disebut apa-apa karena bahasa belum menemukan kata yang cukup luas untuk menampungnya. Cinta yang hanya bisa dibuktikan oleh tangan yang bekerja dalam diam dan tubuh yang dikurangi agar orang lain bisa utuh.
Dan tentang satu pertanyaan yang menghantui setiap halamannya:
Apakah cukup — mencintai seseorang seumur hidup tanpa dia pernah tahu?
Jumlah Halaman: 672





Ulasan
Belum ada ulasan.