Deskripsi
Khanza tidak menyangka kepala sekolah yang di hadapannya adalah Farhan. Dia yang datang ke sekolah itu untuk promosi Bimbel persiapan SNBT UTBK, menjadi flashback ke masa lalu sementara waktu.
“Si tukang menyakiti hati ada di hadapanku sekarang. Oh, sudah menjadi pemilik Bimbel yah?” (suara hati Farhan)
“Oh, Bang Gas! Gas! Gas! Apa tidak salah dia sudah jadi kepala sekolah sekarang?” (suara hati Khanza).
Hampir saja Khanza tidak yakin dengan apa yang dihadapannya sekarang. Kalau begitu santai saja, pura-pura tidak mengenal saja. Tenang Khanza. Tenang. Berulang kali Khanza mencoba menenangkan diri untuk sebuah masa lalu yang ada di hadapannya sekarang.
Ada sesuatu yang masih belum terselesaikan di masa lalu di antara mereka. Saat Pak Kepala menatap mata Ibu pemilik Bimbel, dia tahu ada luka yang masih terpendam di sana.
Jumlah Halaman: 169





Ulasan
Belum ada ulasan.