Deskripsi
Bagaimana jadinya jika keteguhan tradisi sebuah komunitas adat yang menjaga keharmonisan alam, justru menjadi juru selamat bagi moralitas generasi digital di ruang kuliah?
Di era globalisasi siber saat ini, mahasiswa Gen-Z kerap kali terjebak dalam disorientasi nilai dan pengikisan identitas kebangsaan. Di sisi lain, mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di Perguruan Tinggi sering dituding kaku, tekstual, dan membosankan. Menjawab tantangan besar ini, buku “Etnopedagogik Digital: Mengintegrasikan Kearifan Lokal dalam Pembelajaran PKn di Perguruan Tinggi” hadir membawa sebuah dekonstruksi radikal atas pedagogi konvensional.
Melalui pendekatan etnopedagogik, penulis melakukan penyelarasan kreatif yang tak biasa: merajut keluhuran filosofi hidup komunitas adat—mulai dari ketaatan falsafah hukum lokal, harmoni ekologis (green citizenship), hingga etika sosial kebudayaan daerah—lalu mentransformasikannya ke dalam arsitektur digital berupa E-Modul interaktif berbasis Model 4D.
Buku ini mengupas tuntas dari akar epistemologis konektivisme, konstruktivisme, dan etnopedagogik, tahapan rekayasa media, hingga bukti keandalan efektivitasnya dalam mendongkrak capaian kognitif dan pembentukan karakter mahasiswa. Buku ini adalah panduan strategis dan komprehensif bagi para dosen, pendidik, pengamat kebudayaan, dan pengembang kurikulum yang ingin menghidupkan kembali roh lokalitas Nusantara ke dalam ekosistem pendidikan modern yang responsif budaya.
Saatnya membuktikan bahwa teknologi masa depan dan keteguhan tradisi dapat berpadu harmonis demi melahirkan generasi muda yang cerdas digital (digital smart) sekaligus tetap membumi (locally grounded).






Ulasan
Belum ada ulasan.