Deskripsi
Kita adalah generasi yang dipaksa berlari sebelum sempat mengikat tali sepatu. Generasi yang saklar kebahagiaannya sering kali tertinggal di kantong baju orang lain, cemas jika ruang obrolan mendadak sunyi, dan diam-diam kecanduan pada angka-angka validasi yang berkedip di balik layar ponsel. Kita pandai menjadi badut bagi kedukaan kita sendiri, menertawakan retaknya ekspektasi lewat gurauan sarkas, hanya agar dunia tidak melihat bahwa di dalam dada, badai sedang porak-poranda.
Buku ini bukan sebuah diktat kaku yang akan menceramahi untuk berpikir positif secara paksa. la adalah sebuah tempat perhentian kereta yang hangat. Di sini, semua diizinkan menurunkan tameng kepahlawanan, menanggalkan topeng keceriaan yang melelahkan dan mengakui bahwa paru-paru kita sedang pincang untuk sekadar bernapas.
Sebab terkadang, melepaskan cengkeraman dari masa lalu bukan tanda bahwa kamu kalah. Itu adalah keputusan paling berani untuk membersihkan telapak tangan, membuka kepalan kaku, dan membiarkan diri dipeluk dari dalam oleh ketenangan yang sejati.
Mari melambat sejenak. Matikan semua kebisingan di luar, dan temukan kembali peta navigasi yang akan menuntun jiwa lelahmu untuk pulang kepada satu-satunya rumah yang sejati: dirimu sendiri.






Ulasan
Belum ada ulasan.