Deskripsi
Buku yang menyajikan sajak dengan gaya modern namun dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami. Tentang luka, perih, dan kasih sayang Tuhan yang tak pernah terlambat datang.
Kepala mungil ini selalu riuh dengan pertayaan-pertanyaan.
Yang tak kutahu dari mana asalanya.
Mungkin aku selalu memaksa hidup harus menjelaskan dirinya,
Seperti cerita yang wajib punya kesimpulan.
Lalu aku berhenti mencari,
Karena lelah mengintrogasi takdir,
Seakan semua harus jelas dan nyata.
Ternyata diam mungkin bisa menjadi cara terbaik untuk pulang.
Jumlah Halaman: 100





Ulasan
Belum ada ulasan.