Deskripsi
Ahmad Nur Alam Bakhtir merupakan putra terbaik Cilimus di kaki Gunung Ciremai Kuningan Jawa Barat. Ia tumbuh dalam lingkungan religius sebagai putra dari KH. Bakhtir Ghazali, seorang ulama yang memiliki silsilah keilmuan hingga Hadratussyekh KH. M. Hasyim Asy’ari. Pendidikan akademisnya ditempuh dengan cemerlang, mulai dari lulusan tercepat dan terbaik di IAIN Jakarta (sekarang UIN Syarif Hidayatullah) hingga meraih gelar Doktor (S3) di Universitas Ibnu Khaldun Bogor pada usia 58 tahun.
Sejak masa kuliah, beliau sudah aktif berdakwah di berbagai majelis taklim, termasuk di Masjid Agung Sunda Kelapa dan Masjid Cut Meutia. Dakwahnya dikenal moderat (wasathiyah), rasional, dan menyejukkan, sehingga dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat bawah hingga kalangan pejabat dan korporasi.
Selain sebagai pendakwah, beliau memiliki rekam jejak kepemimpinan yang luas, mulai dari menjadi Ketua OSIS dua periode, aktif di organisasi mahasiswa (PMII), hingga menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta (2004-2009) dan Wakil Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta. Di lembaga zakat, beliau dikenal sebagai tokoh yang membawa energi baru dan inovasi bagi kemaslahatan umat.
Buku ini menyoroti integritas, kejujuran, dan kesederhanaan beliau. Meskipun pernah menjabat posisi penting, beliau tetap dikenal rendah hati (low profile), egaliter, dan tetap menjaga hubungan baik dengan kawan-kawan lamanya. Beliau juga sangat menekankan pentingnya adab, literasi, dan keharmonisan keluarga sebagai landasan utama karakter.
Melalui tulisan-tulisannya, beliau berupaya mendokumentasikan pemikiran keislaman yang substantif dan relevan dengan problematika umat di era modern.
Secara keseluruhan, buku ini bukan hanya sekadar catatan sejarah hidup, melainkan sebuah “peta navigasi jiwa” yang mengundang pembaca untuk menemukan jati diri melalui nilai-nilai ketulusan, kerja keras, dan pengabdian tanpa pamrih.
Jumlah Halaman: 400





Ulasan
Belum ada ulasan.