Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Buku Fisik di Era Digital: Apakah Masih Berperan Penting?

Buku Fisik di Era Digital: Apakah Masih Berperan Penting?

Buku Fisik di Era Digital: Apakah Masih Berperan Penting?

Buku fisik adalah bentuk tradisional dari buku yang memiliki bahan dasar kertas dan dijilid dengan lem, jahitan atau spiral. Sederhananya, sebuah kumpulan halaman dari kertas yang berisikan teks, gambar atau ilustrasi yang dapat dipegang, dibaca dan dilihat secara langsung.

Pada masa era digital ini, kita sudah tidak asing dengan kepopuleran buku digital atau ebook. Jika buku digital dapat dibaca melalui perangkat elektronik seperti laptop, smartphone, dan tablet maka berbeda dengan buku fisik. Buku fisik telah memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia. Artinya buku fisik telah lama ada sebelum era digital.

Dalam sejarah, buku fisik telah menjadi media utama dalam menyimpan dan menyebarkan pengetahuan, cerita, dan informasi selama berabad-abad. Meskipun buku elektronik semakin populer, tetapi banyak kalangan para pencinta buku yang masih meminati buku cetak karena pengalaman fisik membaca serta memiliki nilai estetika dan sejarah yang unik.

Buku Fisik di Era Digital: Apakah Masih Berperan Penting?

Buku fisik tetaplah penting di era digital karena mereka menawarkan sejumlah manfaat dan pengalaman yang tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh buku atau konten digital. Berikut adalah beberapa alasan mengapa buku fisik tetap relevan dan penting:

1. Pengalaman Sentuhan

Buku fisik sangat memungkinkan pembaca untuk merasakan kertas, mencium aroma setiap halaman dan merasakan tekstur permukaan buku yang unik. Bagi saya pribadi, ini merupakan salah satu pengalaman yang membuat saya bertahan sebagai pembaca buku fisik di era digital ini.

Sensasi yang menghadirkan rasa nostalgia memberikan perasaan merasa tidak terburu-buru oleh tuntutan zaman. Sensasi membaca buku fisik memang memiliki ciri khas yang berbeda di masa yang serba canggih ini.

2. Sebagai Nilai Kolektor

Sebagai pecinta buku, sudah semestinya ingin memiliki koleksi buku dari berbagai penulis terkenal yang ada di dunia ini. Buku fisik telah menjadi objek koleksi yang berharga terutama jika buku tersebut merupakan cetakan edisi terbatas, bertanda tangan penulis idola, buku yang populer sepanjang masa atau desain buku yang unik dan menarik.

Buku fisik memungkinkan pembaca untuk membangun koleksi fisik yang dapat ditampilkan di perpustakaan atau rak buku. Koleksi ini bisa menjadi bagian dari identitas dan ekspresi pribadi.

3. Tidak Ketergantungan oleh Teknologi

Seperti yang kita ketahui bersama, jika buku digital dibaca melalui perangkat elektronik tentu memiliki ketergantungan oleh teknologi itu sendiri. Misalnya seperti daya baterai yang bisa habis sehingga menjadikan kita tidak dapat membaca buku yang ada dalam perangkat elektronik tersebut.

Terlebih untuk anak-anak pada jenjang sekolah yang mana memiliki waktu batasan untuk mengakses perangkat elektronik oleh para orang tua. Buku digital memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan mata anak dan juga, tidak mudah bagi anak-anak untuk mendapatkan buku digital.

Sehingga dalam beberapa konteks, seperti pembelajaran anak-anak, buku fisik masih efektif dalam membantu pembelajaran dan perkembangan literasi.

4. Mudah untuk Berbagi

Jika buku digital memiliki batasan untuk berbagi dengan pembaca lain, maka berbeda dengan buku fisik yang dengan mudah untuk dipinjamkan kepada pembaca lain. Ini sudah menjadi tradisi bagi para pecinta buku. Berbagi atau meminjamkan buku guna untuk saling berbagi pengetahuan dan informasi menjadi keseruan tersendiri bagi para pecinta buku.

Karena buku fisik tidak terpengaruh oleh manajemen hak digital (DRM), yang dapat membatasi cara pembaca mengakses atau berbagi ebook. Sehingga kita dengan mudah untuk meminjamkan atau berbagi dengan teman, keluarga, atau sesama pembaca tanpa ada batasan lisensi.

5. Bebas Menandai Halaman

Sebagai pembaca buku, saya merupakan pembaca yang senang untuk menandai kalimat-kalimat penting atau menarik. Menandai, mencoret dan beropini pada halaman-halaman yang kita baca menambah keseruan saat membaca sehingga tidak mudah merasa bosan.

Selain menambah keseruan saat membaca, menandai kalimat-kalimat penting dalam buku juga dapat memudahkan kita saat ingin mereview buku tersebut. Kebebasan menandai halaman dapat dilakukan oleh pembaca tanpa adanya pembatasan teknis atau pembatasan lain yang mungkin kerap ada pada buku digital.

Buku fisik tetap menjadi alat pembelajaran yang penting, terutama dalam konteks pendidikan anak-anak. Dalam menggabungkan unsur fisik dengan nilai-nilai budaya dan estetika, buku fisik membawa pengalaman membaca yang unik yang tidak terlupakan.

Dengan semua keunggulan ini, buku fisik tetap relevan dan akan terus memengaruhi dan memperkaya dunia literasi dalam waktu yang akan datang. Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi semangat untuk terus memperkaya dunia literasi Indonesia.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko