Buku Timbangan dan Buku Catatan
Rp39,000
Di sebuah teras rumah sederhana, detak kehidupan bermula jauh sebelum matahari terbit. Bagi Ibu, kejujuran bukan sekadar kata-kata, melainkan bunyi bletak anak timbangan kuningan yang beradu dengan piringan besi. Selama puluhan tahun, Ibu berdiri di sana menimbang sayur, menimbang rasa, dan menakar takdir bagi keluarga.
Alasan berbelanja di Detak Pustaka Toko
- Produk 100% Original
- Garansi Uang Kembali
- Banyak Metode Pembayaran
Deskripsi
Ulasan (0)
Deskripsi
| Berat | 110 gram |
|---|---|
| Dimensi | 20 × 14 × 1 cm |
Di sebuah teras rumah sederhana, detak kehidupan bermula jauh sebelum matahari terbit. Bagi Ibu, kejujuran bukan sekadar kata-kata, melainkan bunyi bletak anak timbangan kuningan yang beradu dengan piringan besi. Selama puluhan tahun, Ibu berdiri di sana menimbang sayur, menimbang rasa, dan menakar takdir bagi keluarga.
Namun, hidup tidak selalu memberikan timbangan yang ringan. Melalui buku ini, saya penulis mengajak kita menyelami getirnya perjuangan sang Ibu melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya, namun tak mampu melumpuhkan semangatnya untuk tetap bangun di pukul tiga pagi. Di balik aroma sawi yang segar dan lelahnya keringat, tersimpan rahasia ketangguhan seorang perempuan yang rela memikul beban hutang para tetangga demi menjaga kehormatan warungnya.
Ketika estafet timbangan itu akhirnya berpindah ke tangan sang anak, sebuah kenyataan pahit menyambut modal yang habis dan pelanggan yang pergi meninggalkan janji manis. Di titik inilah, saya menyadari bahwa warisan Ibu bukanlah sekadar tumpukan sayuran, melainkan sebuah filosofi hidup yang mendalam: “Aja dideleng ladange, tapi deleng petanine.”
Ini bukan sekadar memoar tentang kehilangan, melainkan surat cinta bagi setiap jiwa yang berjuang di jalur yang lurus. Sebuah pengingat bahwa di atas piringan timbangan hidup yang sering kali miring, kejujuran adalah satu-satunya pemberat yang akan membawa kita.
Jumlah Halaman: 88
Ulasan (0)
Tinggalkan Balasan








Ulasan
Belum ada ulasan.