Email: toko@detakpustaka.com
Tlp/WA: +62 857-1020-4409
Beranda » Blog » Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Diferensiasi Sosial Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Di dalam kehidupan sosial, kita pasti pernah merasakan perbedaan dengan orang lain. Entah itu perbedaan sudut pandang, pekerjaan, hobi, jenis kelamin, kondisi fisik, hingga kepercayaan. Dalam sosiologi, fenomena keberagaman ini kita kenal dengan istilah diferensiasi sosial yang menjadi bagian dari struktur sosial.

Secara umum, kita dapat mendefinisikan diferensiasi sosial sebagai pembeda anggota masyarakat secara sejajar (horizontal). Oleh karena itu struktur sosial ini tidak menunjukkan menunjukkan tingkatan hierarki atau status yang lebih tinggi maupun lebih rendah.

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Melalui artikel ini, kita akan mempelajari mengenai diferensiasi sosial, mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga berbagai jenisnya. Harapannya, setelah membaca artikel ini, teman-teman dapat memahami konsep sosiologis ini untuk menciptakan harmoni dan keteraturan di tengah kemajemukan dalam masyarakat. Tidak perlu menunggu lama lagi, mari kita simak penjelasan berikut ini:

Pengertian Diferensiasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut adalah beberapa pengertian diferensiasi sosial menurut para ahli di bidang sosiologi, yaitu:

1. Menurut Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto mendefinisikan diferensiasi sosial sebagai keberagaman jenis pekerjaan atau profesi di tengah masyarakat yang dianggap memiliki kedudukan dan martabat tersendiri. Namun, keberagaman ini tidak membentuk batasan atau perbedaan strata yang mencolok di antara individu.

2. Menurut Susanto

Susanto mengartikan diferensiasi sosial sebagai sebuah gejala sosial yang menjadi penyebab timbulnya variasi kelompok secara horizontal (sejajar). Hal ini berarti bahwa perbedaan yang ada tidak lantas menempatkan satu kelompok lebih tinggi atau lebih rendah dari kelompok lainnya.

3. Menurut Nasikun

Pengertian diferensiasi sosial menurut Nasikun adalah perbedaan dalam masyarakat yang bersifat sejajar atau setara. Lingkup perbedaan ini mencakup berbagai perbedaan latar belakang seperti identitas ras, asal-usul suku, keyakinan beragama, bidang pekerjaan, hingga tradisi atau adat istiadat yang anggota masyarakat anut.

4. Menurut George Ritzer

Menurut pandangan Ritzer, diferensiasi sosial merupakan sebuah cara untuk mengelompokkan individu ke dalam klasifikasi yang beragam. Proses ini didasarkan pada aspek-aspek spesifik dalam kehidupan masyarakat yang membedakan satu individu dengan yang lainnya.

5. Menurut Vina Dwi

Vina Dwi menjelaskan bahwa diferensiasi sosial merupakan keberagaman di lingkungan kemasyarakatan yang melahirkan segmentasi atau pembagian kelompok. Pembagian ini berdasarkan pada perbedaan fisik (ras), sistem kepercayaan, identitas gender, hingga variasi pola pikir atau sudut pandang yang berkembang di dalamnya.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa diferensiasi sosial merupakan perbedaan-perbedaan individu atau kelompok dalam struktur sosial horizontal atau tidak bertingkat seperti stratifikasi sosial. Oleh karena itu, kita tidak bisa menilai bahwa profesi yang kita jalani sekarang atau agama yang kita yakini lebih baik daripada yang lain.

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Setelah memahami arti diferensiasi sosial, kita beranjak ke topik berikutnya yaitu ciri-ciri atau karakteristik diferensiasi sosial.

1. Karakteristik fisik (lahiriah)

Ciri diferensiasi sosial yang pertama berkaitan dengan penampilan fisik atau karakteristik biologi yang dapat kita lihat langsung. Hal ini meliputi perbedaan yang sudah melekat pada tubuh manusia sejak lahir, mulai dari warna kulit, anatomi wajah (bentuk mata dan hidung), warna dan bentuk rambut, jenis kelamin, hingga tinggi badan.

2. Karakteristik sosial

Setelah kondisi fisik, ciri diferensiasi sosial yang kedua berhubungan erat dengan peran dan kedudukan individu di dalam masyarakat. Perbedaan ini muncul akibat adanya pembagian tugas, profesi yang ditekuni, serta status sosial yang seseorang miliki. Karakteristik ini mencerminkan bagaimana tiap individu memberikan kontribusi yang berbeda-beda melalui peran sosial tanpa harus menciptakan kelas-kelas secara bertingkat.

3. Karakteristik budaya

Ciri ketiga ini merujuk pada keberagaman yang berasal dari warisan nilai dan gaya hidup dari generasi terdahulu. Berbagai perbedaan tersebut meliputi sistem kepercayaan (religi), dialek bahasa, norma yang berlaku, hingga tradisi yang sudah dijalankan secara turun-temurun.

Contoh nyatanya terlihat pada kemajemukan identitas etnik di Indonesia, di mana setiap suku seperti suku Minangkabau, Sunda, Batak, Bugis, hingga Dayak memiliki keunikan adat istiadat yang tidak sama satu sama lain.

Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenisnya

Beberapa jenis diferensiasi sosial dalam masyarakat yang perlu kita ketahui, antara lain yakni sebagai berikut:

1. Diferensiasi agama

Jenis diferensiasi ini terjadi dalam kehidupan masyarakat yang memiliki sistem kepercayaan atau agama berbeda. Setiap agama memiliki mempunyai pedoman kepada para pemeluknya mengenai tata cara menjalani kehidupan dan beribadah dengan baik. Dengan demikian, agama bersifat sejajar satu sama lain sehingga kita tidak boleh menganggap bahwa agama kita lebih unggul atau memiliki derajat yang lebih tinggi di atas keyakinan orang lain.

2. Diferensiasi ras

Ras merupakan sekelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik berbeda dengan kelompok lain karena adanya faktor keturunan atau bawaan. Ciri fisik sebagai dasar pembagian ras meliputi ciri kualitas dan kuantitas.

Ciri kualitas berhubungan dengan warna kulit, bentuk dan warna rambut, bentuk hidung dan bibir, serta bentuk lipatan mata. Sementara itu, ciri kuantitas meliputi tinggi badan, berat badan, dan indeks kranial atau kepala. Contohnya, ras Kaukasoid, ras Mongoloid, ras Negroid, dan ras-ras lainnya memiliki kondisi fisik yang berbeda.

3. Diferensiasi perkejaan atau profesi

Keragaman profesi juga tergolong sebagai salah satu jenis diferensiasi sosial. Profesi atau pekerjaan berkaitan dengan keterampilan atau keahlian khusus yang seorang individu miliki. Oleh sebab itu, tidak ada pekerjaan yang lebih baik atau kedudukannya lebih tinggi.

Setiap pekerjaan memerlukan keahlian atau disiplin ilmu khusus sehingga tidak setiap individu dapat melakukannya. Perbedaan perihal profesi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain seperti letak geografis, perbedaan iklim, perbedaan jenjang pendidikan, dan status ekonomi. Kita bisa mengambil contoh seorang dokter atau perawat belum tentu bisa menjalankan profesi sebagai arsitek, begitu pula sebaliknya.

4. Diferensiasi gender

Jenis diferensiasi ini merupakan struktur sosial yang muncul akibat adanya perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan secara budaya. Hal ini berujung pada pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin (sexual division of labor). Perempuan sering kali dikaitkan pada peran domestik (rumah tangga), sementara laki-laki memiliki peran publik atau pencari nafkah utama.

Namun, di era saat ini, baik perempuan maupun laki-laki mempunyai hak dan kedudukan yang setara. Perempuan juga bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan di luar rumah. Kaum pria juga dapat mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak atau mengasuh anak.

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu diferensiasi sosial, mulai dari pengertian dari para ahli sosiologi, ciri-ciri, hingga jenis-jenisnya. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman dapat lebih memahami kekayaan struktur yang ada di masyarakat kita menyadari bahwa perbedaan sosial bukanlah sekat pemisah melainkan keragaman yang bersifat sejajar.

Dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai jenis-jenis diferensiasi ini, kita diharapkan bisa membangun sikap toleransi yang lebih kuat serta menghargai peran setiap individu tanpa harus terjebak dalam prasangka atau diskriminasi.

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko