Email: cs@detakpustakatoko.com
Tlp/WA: +62 858-5003-8406
Beranda » Blog » Review Buku Biru, Karya: Ilham Alhavizh

Review Buku Biru, Karya: Ilham Alhavizh

Review Buku Biru, Karya: Ilham Alhavizh

Buku dengan judul Biru merupakan salah satu buku fiksi dari sekian banyak buku fiksi yang terbit setiap harinya. Buku ini merupakan karya penulis yang bernama Ilham Alhavizh. Meski ia merupakan penulis yang tergolong masih baru, namun hal tersebut menjadikan saya ingin menulis review buku Biru karyanya.

Review Buku Biru, Karya: Ilham Alhavizh

Pada kesempatan kali ini, saya ingin meriview buku karya ilham Alhavizh. Ada beberapa hal yang menarik untuk disampaikan dalam ulasan ini, dan semoga dengan adanya ulasan ini kamu dapat mengambil inti sari kebaikan di dalamnya. Berikut beberapa ulasan yang menarik untuk di sampaikan:

Tentang Buku

Dalam sinopsisnya, penulis mengatakan bahwa buku ini merupakan karya pertamanya yang dibukukan. Artinya, ini akan membawa angin segar dalam dunia sastra. Buku ini memiliki sampul yang berwarna biru muda, benar-benar memberikan kesan yang melekat pada judulnya. Sesuai dengan judul buku, sampulnya memberikan kesan khusus yang menjadikan para pembaca akan sangat dengan mudah untuk mengenali buku tersebut.

Buku ini cukup ringan dari pada buku-buku fiksi yang biasanya super tebal dan berat. Buku ini hanya seberat 200 gram dengan dimensi 20 x 14 x 2cm saja, ini tidak akan membuat kamu capek untuk membawanya ke mana saja. Maka bisa saya katakan bahwa buku ini cukup minimalis untuk dibaca sehari-hari.

Buku ini diterbitkan oleh Detak Pustaka yang merupakan perusahaan penerbitan yang mampu dan mau mewadahi para penulis berbakat lainnya. Menjadikan bukumu lebih baik, merupakan selogan dari Detak Pustaka. Tidak heran buku yang diterbitkan benar-benar berkualitas, baik luar maupun isi di dalamnya.

Kelebihan

Bicara tentang kelebihan dan kekurangan bagi saya adalah hal yang wajib dilakukan saat melakukan review buku. Maka saya akan menyampaikan beberapa hal terkait kelebihan dan kekurangan. Pertama yaitu kelebihan dari buku Biru, sedari awal saat saya melihat cover atau sampul buku ini dengan judul “Biru” dan warna sampul biru, ini memberikan kesan pertama yang melekat pada saya.

Terlebih biasanya saya hanya membaca buku-buku dari penulis yang sudah senior, tetapi tampilan buku ini mampu membuat saya penasaran. Menurut saya, inilah peran dari sebuah sampul buku, meski banyak yang mengatakan jangan melihat buku dari sampulnya, tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi saya.

Terlebih untuk seorang penulis pemula, sudah semestinya sampul buku memberikan kesan yang menarik untuk memikat minat para pembaca pertamanya. Ulasan kali ini, bisa saya katakan murni saya tulis sesuai dengan apa yang benar-benar menarik buat saya.

Selanjutnya, seperti buku pada umumnya, bagian belakang terdapat sinopsis tentang isi buku tersebut. Saat membaca sinopsisnya, saya langsung memiliki gambaran secara umum tentang apa yang dikisahkan di dalam buku tersebut. Meski ini mengurangi rasa penasaran saya sebagai pembaca, namun sinopsis yang sederhana itu mampu menyajikan kisah yang sederhana namun menarik untuk dibaca.

Kekurangan

Kemudian saya ingin memberikan opini saya terkait kekurangan yang ada pada buku ini. Secara keseluruhan hanya ada satu yang menurut saya perlu adanya perbaikan untuk ke depannya, yaitu sinopsis. Seperti yang saya katakan pada poin sebelumnya, bahwa dengan membaca sinopsisnya saya bisa mengetahui gambaran tentang isi buku tersebut.

Memang, adanya sinopsis adalah untuk memberikan gambaran umum tentang isi cerita buku tersebut. Namun, akan lebih menarik jika di dalam sinopsis seakan-akan ada sebuah pertanyaan besar, misalnya seperti “Apakah Biru akan mampu mewujudkan cita-citanya?”. Dengan begitu para pembaca akan merasa penasaran dengan apa yang akan Biru upayakan, dan apakah Biru berhasil dengan mimpinya.

Jadi, jika dalam sinopsis telah dikatakan Biru bisa menggapai cita-citanya, itu seakan-akan telah memberi tahu para pembaca tentang inti dari kisah tersebut. Namun, ini hanyalah opini saya sebagai pembaca saja. Semua tergantung pada sudut pandang masing-masing.

Teknik Penulisan

Seperti halnya para penulis pada umumnya, yaitu sudah menjadi hal yang lumrah jika setiap penulis memiliki teknik penulisan yang berbeda-beda. Maka, kita harus menjadi pembaca yang bijak untuk tidak menilai dan membandingkan gaya atau teknik penulisan satu dengan penulis yang lainnya.

Menurut saya pribadi, teknik penulisan Ilham Alhavizh memiliki konsep yang cukup sederhana. Mungkin ia dengan sengaja ingin memberikan kesan yang sederhana pada bukunya sesuai dengan kisah yang ia tuliskan juga tentang mimpi seorang laki-laki desa yang sederhana. Jika itu adalah konsep yang ia ambil, maka saya bisa mengatakan bahwa ia berhasil memberikan identitas pada bukunya.

Jika kalian mengamati, konsep sederhana itu selaras dengan kisah yang ingin ia angkat dalam bukunya. Juga kita tahu bersama, bahwa buku harus memiliki identitas dan karakter yang melekat. Sehingga dapat menghadirkan kesan yang mendalam bagi para pembaca.

Terlepas dari itu semua, bagi kamu yang tidak begitu suka berpikir keras saat membaca buku, buku ini benar-benar cocok untuk kamu baca. Ini tidak akan memusingkan kamu sebagai pembaca pemula, karena bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami. Sehingga menjadikan cerita mengalir begitu saja tanpa ada rasa keambiguan di setiap bab nya.

Penilaian

Sebagai pembaca buku yang bijak, sudah seharusnya saya memberikan nilai yang objektif kepada setiap karya penulis. Tidak peduli apakah penulis senior atau pemula, bagi saya setiap buku akan memilih tuannya masing-masing sebagai pembacanya. Artinya, membaca buku bisa dikarenakan faktor siapa penulisnya, tetapi tidak dapat dipungkiri juga bisa dikarenakan karyanya yang memang benar-benar layak untuk dibaca.

Sama halnya pada buku Biru karya Ilham Alhavizh, meski ini merupakan buku pertamanya, bagi saya ini sudah lebih dari cukup untuk kategori sangat layak untuk dibaca. Mulai dari tampilan pertama yang ia sajikan, hingga teknik penulisan yang sederhana. Justru konsep sederhana inilah yang menjadikan identitas buku ini.

Karya ini benar-benar menjadi angin segar di dunia sastra. Kita tidak perlu melulu untuk menjadi pembaca yang kritis setiap saat. Kita butuh refleksi diri untuk sekedar menyegarkan pikiran dengan membaca kisah-kisah inspiratif namun ringan dan mudah dipahami.

Kesimpulannya, kamu perlu membaca buku ini yang hanya bisa kamu beli di website detakpustakatoko.com . Bahkan kamu tidak perlu mengeluarkan uang ratusan ribu untuk membaca buku yang bagus ini. Banyak buku bagus yang terbit setiap bulannya, atau bahkan setiap harinya. Namun, bisa saya katakan bahwa buku ini layak untuk menambah koleksi buku bagus lainnya di rak kamu.

Sekian review buku Biru karya Ilham Alhavizh dari saya, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi kamu untuk menjadi pembaca yang bijak dengan membeli karya asli dan bukan bajakan. Sampai jumpa di review buku selanjutnya!

Tuliskan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

×

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko