Deskripsi
Di tengah dunia yang semakin bising oleh ambisi, persaingan, dan kegelisahan batin, manusia modern perlahan kehilangan sesuatu yang paling mendasar dalam dirinya: ketenangan rohani. Kehidupan bergerak semakin cepat, ilmu berkembang semakin luas, tetapi hati manusia justru semakin kosong dan jauh dari makna keberadaan. Dalam situasi inilah buku ini hadir sebagai ruang perenungan sekaligus jalan penyadaran. Buku ZIKIR DAN KRISIS JIWA MANUSIA MODERN, Tasawuf sebagai Jalan Penyadaran dan Kepulangan Rohani Telaah Pemikiran Syekh K.H. Moch. Ali Hanafiah Akbar merupakan refleksi mendalam atas ajaran tasawuf, zikir, dan pendidikan rohani yang berakar pada tradisi Tarekat Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya.
Buku ini tidak hanya membahas tasawuf sebagai konsep spiritual, tetapi menghadirkannya sebagai jalan hidup yang nyata dalam menghadapi krisis manusia modern. Melalui pendekatan yang reflektif, filosofis, dan menyentuh dimensi batin, pembaca diajak memahami hakikat kalbu, makna zikir, kedudukan mursyid, penyucian jiwa, hingga kesadaran tauhid yang menjadi inti perjalanan spiritual manusia. Pemikiran Syekh K.H. Moch. Ali Hanafiah Akbar dipaparkan bukan sekadar sebagai teori keagamaan, tetapi sebagai cahaya kesadaran yang mampu membimbing manusia kembali mengenali dirinya di hadapan Allah Swt. Buku ini juga mengungkap bagaimana zikir bukan hanya bacaan lisan, melainkan proses kebangkitan kesadaran rohani.
Sejatinya manusia hidup sepenuhnya dalam kasih sayang Allah Swt. sejak sebelum ia mampu mengenal dunia. Dari kesadaran inilah lahir kerendahan hati, ketenangan jiwa, dan pandangan hidup yang lebih jernih. Dengan bahasa yang lembut, tetapi mendalam, buku ini menghubungkan tasawuf dengan realitas kehidupan kontemporer: krisis moral, kegelisahan eksistensial, kehilangan makna hidup, hingga problem manusia modern yang semakin jauh dari pusat spiritualnya. Tasawuf dipahami bukan sebagai pelarian dari dunia, tetapi sebagai jalan untuk menghadapi dunia dengan hati yang sadar, tenang, dan penuh cahaya tauhid. Lebih dari sekadar buku tentang spiritualitas, karya ini merupakan ajakan untuk kembali pulang kepada fitrah kemanusiaan.
Sebuah undangan untuk menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya kepemilikan dunia, tetapi pada hati yang hidup bersama Allah Swt. Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang sedang mencari makna hidup, ketenangan batin, kedalaman zikir, dan jalan pulang menuju Allah Swt. di tengah derasnya arus kehidupan modern.
Jumlah Halaman:Â 188






Ulasan
Belum ada ulasan.